Remaja Istiqlal Wakili Indonesia di Lomba Marching Band

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Kelompok Bina Caraka salah satu peserta Grand Prix Marching Band (GPMB) XXIV 2008 beraksi di Istora Senayan, Jakarta, Sabtu (27/12). GPMB XXIV diadakan 27-28 Desember dan diikuti 20 grup marching band dari seluruh Indonesia. Tempo/Zulkarnain

    Kelompok Bina Caraka salah satu peserta Grand Prix Marching Band (GPMB) XXIV 2008 beraksi di Istora Senayan, Jakarta, Sabtu (27/12). GPMB XXIV diadakan 27-28 Desember dan diikuti 20 grup marching band dari seluruh Indonesia. Tempo/Zulkarnain

    TEMPO.CO, Jakarta - Masjid Istiqlal mengirim tim marching band remaja ke Thailand World Music Championship di Buriram, Thailand. Gelaran lomba marching band ini akan  berlangsung dari tanggal 30 November sampai 5 Desember 2015.

    Tim Marching Band Remaja Masjid Istiqlal dilepas oleh Sesditjen Bimas Islam, Muhammadiyah Amin, yang mewakili Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin, Jumat, 27 November 2015.

    Menurut laman kemenag.go.id, mereka akan bertolak ke Thailand pada Sabtu besok, 28 November 2015.

    "Masjid di seluruh pelosok negeri ini harus menjadi pusat pembinaan generasi muda dalam berbagai bidang. Tentu saja dengan nilai-nilai Islam yang memancarkan tauhid, ukhuwwah, kemajuan, kedamaian, keadaban, dan rahmatan lil’alamin," kata  Muhammadiyah Amin pada acara pelepasan yang dilakukan seusai shalat Jumat di Masjid Istiqlal.

    Kegiatan ini membuktikan bahwa usaha memakmurkan masjid memiliki dimensi dan lingkup yang luas.

    Marching Band Remaja Istiqlal yang berdiri pada 8 Mei 1982 di bawah naungan Badan Pelaksana Pengelola Masjid Istiqlal (BPPMI) ini menjadi salah satu sarana untuk mendekatkan generasi muda dengan masjid. Selain itu juga menjadi sarana beraktivitas positif dan tidak menyalahi nilai-nilai Islam.

    Menurut Muhammadiyah Amin, kegiatan marching band sangat bermanfaat bagi remaja masjid dalam rangka membentuk sikap disiplin, memupuk kebersamaan, melatih tanggung jawab, sportifitas, dan mengembangkan kreatifitas seni mereka.

    "Ini menjadi sangat strategis, karena dikembangkan oleh Masjid Istiqlal sebagai salah satu etalase umat Islam di Indonesia," ujar mantan Rektor IAIN Gorontalo ini.

    Sementara itu, Ketua BPPMI, Mubarak, mengatakan, keikutsertaan dalam lomba marching band di Thailand menjadi bagian dari upaya pembinaan Remaja Masjid Istiqlal sekaligus memupuk pengalaman di dunia internasional.

    ANTARA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Eliud Kipchoge Tak Pecahkan Rekor Dunia Marathon di Ineos 1:59

    Walau Eliud Kipchoge menjadi manusia pertama yang menempuh marathon kurang dari dua jam pada 12 Oktober 2019, ia tak pecahkan rekor dunia. Alasannya?