Minggu, 22 September 2019

Harga Garam Terus Anjlok, Petani Garam Kian Merugi

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Petani Garam di Desa Eretan Kulon, Kecamatan Kandang Haur, Pantura, Jawa Barat, Senin (22/8). Harga garam dipasaran mengalami penurunan dari Rp 700 per kilogram menjadi Rp 500 per kilogram. Penurunan harga dikarenakan impor garam dari India dan Australia. TEMPO/Subekti

    Petani Garam di Desa Eretan Kulon, Kecamatan Kandang Haur, Pantura, Jawa Barat, Senin (22/8). Harga garam dipasaran mengalami penurunan dari Rp 700 per kilogram menjadi Rp 500 per kilogram. Penurunan harga dikarenakan impor garam dari India dan Australia. TEMPO/Subekti

    TEMPO.CO, Jakarta - Petani garam di Kabupaten Cirebon, Jawa Barat, mengalami kerugian karena harga garam terus anjlok dan sekarang sudah mencapai Rp 220 per kilogramnya.

    Salah seorang petani garam, Taswan, Jumat, 27 November 2015 mengaku merugi jutaan rupiah dengan anjloknya harga garam, dimana sekarang ini menurutnya petani garam menjual seharga Rp 220 per kilogramnya.

    "Saya rugi jutaan rupiah dengan anjloknya harga garam pada musim panen kali ini," katanya.

    Sementara, Waryadi, petani garam yang lain, menuturkan harga garam mulai anjlok setelah adanya garam impor yang sekarang sudah masuk ke Cirebon dan karena itu jugalah ia merasakan imbas yang diakibatkan oleh masuknya garam impor.

    "Setelah adanya garam impor petani termasuk saya mengalami penurunan jual dimana setiap musim panen garam harga terus turun," ungkapnya.

    Ia menambahkan jika harga normal per kilogramnya mencapai Rp 450 bahkan sampai angka Rp 600 dan sekarang ini ia beserta para petani lain memilih menimbun garam untuk dijual ketika memasuki musim huan.

    "Separuh dari hasil garam kami timbun sampai harga stabil," tambahnya.

    Sementara itu Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti pada hari Kamis, 26 November 2015 di Indramayu menuturkan pihaknya akan berusaha menstabilkan harga garam yang sekarang ini anjlok dan itu juga diakibatkan masuknya garam impor.

    "Harga garam tidak bisa stabil jika masih impor garam dari luar negeri," tuturnya.

    Ia juga menuturkan sedang melakukan diskusi dengan kementerian lain untuk bisa memberikan harga dasar garam, agar petani garam tidak seperti sekarang.

    ANTARA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Rincian Pasal-Pasal yang Diduga Bermasalah di Revisi UU KPK

    Banyak pasal dalam perubahan kedua Undang-Undang Komisi Pemberantasan Korupsi, atau Revisi UU KPK, yang disahkan DPR, berpotensi melemahkan KPK.