Sepur Kluthuk dari TMII Akan Diboyong ke Surakarta  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Sepur Kluthuk Jaladara. Foto: facebook.com

    Sepur Kluthuk Jaladara. Foto: facebook.com

    TEMPO.COJakarta - Pemerintah Kota Surakarta berencana memboyong kereta api kuno yang biasa disebut Sepur Kluthuk dari Taman Mini Indonesia (TMII) Jakarta pada akhir Desember untuk meningkatkan daya tarik wisata kota. "Kereta api kuno ini akan dioperasikan sebagai kereta cadangan untuk mengganti kereta api kuno Jaladara, yang sekarang dioperasikan sebagai kereta api pariwisata, apabila ada kerusakan," kata Kepala Dinas Perhubungan, Komunikasi, dan Informatika Pemerintah Kota Surakarta, Yosca Herman Sudrajat, di Solo, Jumat, 27 November 2015.

    Ia mengatakan Kementerian Perhubungan telah memberi "lampu hijau" pada rencana pengoperasian Sepur Kluthuk tambahan dari TMII tersebut. Biaya pengiriman lokomotif tua dari TMII ke Solo serta perbaikan kereta hingga siap dioperasikan, menurut dia, sekitar Rp 8 miliar dan sepenuhnya akan ditanggung pemerintah pusat. "Kami tinggal menerima. Pengiriman lokomotif dari TMII ke Solo nanti dinaikkan ke atas gerbong terbuka kereta api barang agar tak mengganggu arus lalu lintas di jalan raya," ujarnya.

    Yosca mengatakan pemerintah kota sudah berkoordinasi dengan PT Kereta Api Indonesia (KAI) mengenai rencana pengoperasian Sepur Kluthuk TMII di Solo. "Sepur Kluthuk ini tidak bisa dioperasikan di jalur kereta umum. Sedangkan di Indonesia, yang memiliki jalur kereta khusus tengah kota hanya Solo," tuturnya.

    Ia menjelaskan bahwa Sepur Kluthuk TMII, yang seusia dengan Sepur Kluthuk Jaladara dan pernah digunakan oleh Presiden Sukarno, akan beroperasi dari Stasiun Purwosari sampai Stasiun Kota Sangkrah, yang berjarak kurang-lebih 5,6 kilometer. Kereta itu akan singgah di beberapa tempat perhentian, di antaranya Kampung Laweyan, Loji Gandrung, Ngapeman, Pasar Pon, Keraton, dan Gladak.

    ANTARA | LUCIANA



     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Wiranto Ditusuk Seseorang yang Diduga Terpapar Radikalisme ISIS

    Menkopolhukam, Wiranto ditusuk oleh orang tak dikenal yang diduga terpapar paham radikalisme ISIS. Bagaimana latar belakang pelakunya?