Karpet Merah Setya Novanto, Pamdal Bentak Politikus NasDem  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • (kiri-kanan) Anggota DPR Lintas Fraksi Adian Napitupulu (PDIP), Taufiqulhadi (Nasdem), Inas Nasrullah Zubir (Hanura) dan Arvin Hakim Thoha (PKB) mengangkat tangan bersama sebelum menyampaikan pernyataan sikap di Gedung Nusantara I, Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta Pusat, 20 November 2015. TEMPO/Dhemas Reviyanto

    (kiri-kanan) Anggota DPR Lintas Fraksi Adian Napitupulu (PDIP), Taufiqulhadi (Nasdem), Inas Nasrullah Zubir (Hanura) dan Arvin Hakim Thoha (PKB) mengangkat tangan bersama sebelum menyampaikan pernyataan sikap di Gedung Nusantara I, Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta Pusat, 20 November 2015. TEMPO/Dhemas Reviyanto

    TEMPO.CO, Jakarta - Inisiator mosi tak percaya dari Fraksi NasDem, Teuku Taufiqulhadi, mengatakan anggota Pengamanan Dalam (Pamdal) Dewan Perwakilan Rakyat yang bertugas di lobi utama pernah berteriak dan membentak dirinya. Alasannya, saat itu Taufiqulhadi berjalan di atas karpet merah yang membentang dari pintu utama ke lift yang khusus diperuntukan bagi Ketua DPR Setya Novanto.

    "Padahal Pamdal tahu saya anggota dewan," kata Taufiqulhadi saat dihubungi, Kamis, 26 November 2015. "Dari situ bisa dilihat kalau perintah karpet itu hanya untuk Ketua DPR sangat keras sekali."

    Sejak menjadi pimpinan Parlemen Senayan, Setya memang memasang karpet panjang dari muka pintu utama, tempat dia biasa turun dari mobil dinas. Karpet tersebut menjulur hingga lift dan menyambung hingga depan ruang kerja Ketua DPR. Setiap harinya lebih dari tiga Pamdal kerap berjaga di loby utama. Beberapa saat tertentu jalur karpet merah tersebut bahkan dipagari oleh pembatas portable.

    "Sikap yang seperti ini mana bisa jadi pimpinan DPR," kata Taufiqulhadi.

    Kasus karpet merah menjadi satu dari enam daftar dosa etik Setya yang disebar para inisiator ke 10 fraksi di Parlemen Senayan. Empat inisiator mosi mulai bergerilya menggalang dukungan yang mampu menunjukan representasi dari seluruh fraksi. Aksi ini juga akan menggandeng kelompok masyarakat yang sebelumnya sudah menyuarakan pencopotan Setya dari kursi Ketua DPR.

    Selain Taufiqulhadi, tiga inisiator lainnya adalah Adian Napitupulu dari Fraksi Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan, Inas Nasrullah Zubir dari Fraksi Hanura, dan Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa Arifin Hakim Toha. Penggalangan dukungan akan berlangsung selama dua minggu dan ditutup aksi final sebelum masa reses mendatang.  

    FRANSISCO ROSARIANS

    Baca juga:

    Di Balik Heboh Freeport:  Setya  Novanto Akan Terjungkal?

    Calon Pemimpin KPK: Dipersoalkan DPR, Ini Reaksi Johan Budi


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Sulli dan Artis SM Entertaintment yang juga Tewas Bunuh Diri

    Sulli, yang bernama asli Choi Jin-ri ditemukan tewas oleh managernya pada 14 Oktober 2019. Ada bintang SM lainnya yang juga meninggal bunuh diri.