Jokowi Minta Sidang MKD Setya Novanto Tak Diintervensi  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Presiden Jokowi mengunjungi SD Negeri 8 Pahandut di Palangka Raya, Kalimantan Tengah, 31 Oktober 2015. Presiden juga membagikan buku tulis kepada para siswa. ANTARA/Ronny NT

    Presiden Jokowi mengunjungi SD Negeri 8 Pahandut di Palangka Raya, Kalimantan Tengah, 31 Oktober 2015. Presiden juga membagikan buku tulis kepada para siswa. ANTARA/Ronny NT

    TEMPO.CO, Jakarta - Presiden Joko Widodo meminta tidak ada pihak yang mengintervensi sidang Mahkamah Kehormatan Dewan Perwakilan Rakyat dalam dugaan pencatutan namanya dan Wakil Presiden Jusuf Kalla oleh Ketua DPR Setya Novanto. Jokowi menegaskan mendukung penuh seluruh proses sidang MKD.

    "Saya menghormati proses yang ada di MKD, dan jangan sampai ada yang intervensi. Saya mendukung penuh proses di MKD," kata Jokowi setelah menghadiri Forum CEO di Balai Sidang Jakarta Convention Center, Kamis, 26 November 2015.

    Setya dilaporkan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Sudirman Said ke MKD. Setya diduga mencatut nama Presiden dan Wakil Presiden dalam pertemuan dengan bos PT Freeport Indonesia.

    Setya disebut bertemu beberapa kali dengan perwakilan perusahaan tambang asal Amerika Serikat tersebut. Dari laporan Menteri Sudirman, politikus Partai Golongan Karya itu pernah bertemu dengan perwakilan PT Freeport di Pacific Place, SCBD, Jakarta Pusat, pada Senin, 8 Juni 2015, sekitar pukul 14.00-16.00 WIB.

    Dalam pertemuan tersebut, Setya diduga menjanjikan cara penyelesaian tentang kelanjutan kontrak PT Freeport dan meminta perusahaan tersebut memberikan saham yang disebutnya akan diberikan kepada Jokowi dan JK. Setya juga diduga meminta 49 persen saham proyek listrik Urumuka, Papua.

    Setya Novanto berulang kali membantah tuduhan Sudirman tersebut.

    ANANDA TERESIA



     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Imam Nahrawi Diduga Terjerat Dana Hibah

    Perkara dugaan korupsi Menteri Pemuda dan Olahraga Imam Nahrawi bermula dari operasi tangkap tangan oleh Komisi Pemberantasan Korupsi pada 18 Desembe