Lagi, Dokter PTT di Pedalaman Membutuhkan Perawatan Medis  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi dokter. Pixabay.com

    Ilustrasi dokter. Pixabay.com

    TEMPO.CO, Jakarta - Seorang dokter umum PTT yang bertugas di pedalaman Asmat, Papua, Lasma Elonara Sinaga, dikabarkan sempat tidak sadarkan diri karena mengalami radang otak.

    Alumni Fakultas Kedokteran UKI angkatan 2004 itu telah dievakuasi ke Timika, Kabupaten Mimika, guna mendapatkan perawatan medis.

    Bertha Sinaga, salah satu wakil perkumpulan Keluarga Sinaga di Kota Jayapura, Kamis pagi, 26 November 2015, mengatakan Elonara sedang menjalankan tugas PTT di Puskesmas terpencil di Distrik Basim, Kabupaten Asmat, terhitung dua tahun terakhir.

    Lasma dalam tiga hari terakhir dikabarkan tidak sadarkan diri dan kini dirawat di RSMM Timika, Kabupaten Mimika.

    "Memang sempat dikabarkan meninggal, tapi tadi pagi pamannya bernama Hasibuan menyampaikan kabar itu tidak benar, ada miskomunikasi," kata Bertha.

    Menurut dia, kabar Elonara meninggal memang disampaikan oleh keluarga besar Sinaga di Jakarta lewat pesan pendek, tapi pagi ini kabar itu diralat kembali.

    "Tadi malam, ketua pusat perkumpulan Sinaga di Jakarta menginformasikan kalau pukul 21.00 WIT, dr Elonara meninggal dunia saat dirawat di ruang ICU RSMM Timika. Namun, pagi ini, mamanya, Ny. Sinaga Boru Hasibuan, menyatakan anaknya semakin membaik," katanya.

    "Trombosit sudah membaik, tapi kesadaran belum pulih. Untuk proses evakuasi masih menunggu rekomendasi dokter di Timika," katanya.

    Secara terpisah, pelaksana tugas Bupati Asmat, Elia Auri, mengatakan pemerintah daerah telah memfasilitasi rujukan Lasma Elonara Sinaga untuk ke Jakarta dari Timika dengan pesawat khusus yang biayanya akan ditanggung oleh pemerintah Kabupaten Asmat.

    "Kita sudah siapkan pesawat khusus untuk membawa ke Jakarta dan siap menanggung semua biaya berobatnya," kata Plt Bupati Elia Auri.

    ANTARA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Tujuh Poin Revisi UU KPK yang Disahkan DPR

    Tempo mencatat tujuh poin yang disepakati dalam rapat Revisi Undang-undang Nomor 30 tahun 2002 atau Revisi UU KPK pada 17 September 2019.