Jokowi Ingin Indonesia Kembali Jadi Paru-paru Dunia  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Presiden Joko Widodo meninjau lokasi bekas kebakaran lahan di desa Guntung Damar, Banjarbaru, Kalimantan Selatan, 23 September 2015. Selain meninjau lokasi titik api (hotspot), Jokowi juga akan melaksanakan ibadah salat Idul Adha di Masjid Al Karomah Martapura. ANTARA/Herry Murdy Hermawan

    Presiden Joko Widodo meninjau lokasi bekas kebakaran lahan di desa Guntung Damar, Banjarbaru, Kalimantan Selatan, 23 September 2015. Selain meninjau lokasi titik api (hotspot), Jokowi juga akan melaksanakan ibadah salat Idul Adha di Masjid Al Karomah Martapura. ANTARA/Herry Murdy Hermawan

    TEMPO.CO, Jakarta - Presiden Joko Widodo menginginkan hutan di Indonesia kembali berjaya sebagai paru-paru dunia. Anggota Tim Komunikasi Presiden, Ari Dwipayana, mengatakan Jokowi mulai mengajak semua pihak untuk menggalakkan penanaman seribu pohon.

    "Presiden Jokowi mengajak seluruh masyarakat Indonesia untuk bersama-sama secara gotong-royong turut membangun kembali hutan Indonesia dan menggunakan momentum peringatan Hari Menanam Pohon Indonesia, Bulan Menanam Nasional, dan Hari Cinta Puspa dan Satwa Nasional tahun 2015 ini u‎ntuk menciptakan lingkungan yang berkualitas," kata Ari, melalui pesan pendek, Kamis, 26 November 2015.

    Jokowi, kata Ari, juga menginstruksikan kepada seluruh masyarakat Indonesia untuk melestarikan satwa dan tumbuhan. Tujuannya adalah agar Indonesia, sebagai sumber keanekaragaman hayati dan paru-paru dunia dapat kembali berjaya.

    Ari mengatakan Presiden Joko Widodo beserta istrinya, Iriana, kini sedang berada di Taman Hutan Raya Sultan Adam, Kalimantan Selatan, untuk melakukan rehabilitasi awal dengan menanam pohon sebanyak 10 ribu pohon. Taman Hutan ini, kata Ari, perlu direhabilitasi karena dari luas 1.‎16 ribu hektare, lahan yang terbakar mencapai 105 hektare.

    Dalam kesempatan itu, Jokowi menanam pohon tengkawang, sementara Ibu Negara Iriana Jokowi menanam pohon Kasturi. Ari mengatakan dengan penanaman ini, diharapkan dalam beberapa tahun ke depan, fungsi hutan Indonesia sebagai paru-paru dunia dapat kembali berjaya.

    REZA ADITYA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Proyek Infrastruktur, 17 Kepala Daerah Ditangkap dalam 2 Tahun

    Sejak berdiri pada 2002 hingga sekarang, Komisi Pemberantasan Korupsi telah menangkap 121 kepala daerah terkait kasus proyek infrastruktur.