Jokowi: Jangan Ada Kebakaran Hutan Tahun Depan  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Presiden Joko Widodo meninjau langsung pembuatan kanal bersekat di Pulang Pisau, Kalimantan Tengah, 31 Oktober 2015. Jokowi mengatakan pembuatan kanal bersekat akan terus dilakukan tanpa henti untuk meminimalisir kebakaran hutan. REUTERS/Darren Whiteside

    Presiden Joko Widodo meninjau langsung pembuatan kanal bersekat di Pulang Pisau, Kalimantan Tengah, 31 Oktober 2015. Jokowi mengatakan pembuatan kanal bersekat akan terus dilakukan tanpa henti untuk meminimalisir kebakaran hutan. REUTERS/Darren Whiteside

    TEMPO.CO, Jakarta - Presiden Joko Widodo melalui anggota Tim Komunikasi Presiden, Ari Dwipayana, meminta seluruh jajaran instansi terkait untuk mencegah terjadinya kebakaran hutan tahun depan. Jokowi, kata Ari, meminta seluruh pemangku kepentingan untuk peduli terhadap lingkungan agar mencegah terjadinya kebakaran hutan setiap tahunnya.

    "Terjadinya kebakaran lahan dan hutan pada tahun 2015 di beberapa tempat di Indonesia, terutama di Sumatera dan Kalimantan, menjadi pelajaran berharga bagi kita semua," kata Jokowi, seperti dituliskan kembali oleh Ari, melalui pesan pendek, Kamis, 26 November 2015. "Meskipun itu sudah 18 tahun dan terjadinya berulang-ulang."

    Ari mengatakan saat ini Jokowi sedang menghadiri peringatan Hari Menanam Pohon Indonesia (HMPI) dan Bulan Menanam Nasional (BMN) serta Hari Cinta Puspa dan Satwa Nasional (HCPSN) di Taman Hutan Raya (Tahura) Sultan Adam, Desa Mandiangin Timur, Kecamatan Karangintan, Kabupaten Banjar, Kalimantan.

    Dalam acara itu, menurut Ari, Jokowi menyinggung soal peningkatan emisi karbon akibat kebakaran hutan, terutama hutan di kawasan gambut. Akibatnya, terjadi penurunan kualitas udara dan air. Juga semakin tingginya tingkat deforestasi dan degradasi lahan di Indonesia.

    Ari mengatakan Presiden juga prihatin lantaran kebakaran hutan menyebabkan ekosistem alam menjadi terganggu. Akibatnya, tempat tinggal satwa mengalami kerusakan dan terdegradasi.

    Jokowi, menurut Ari, menginginkan pada 2016, seluruh jajaran pemerintah pusat dan daerah sudah memiliki formula pencegahan kebakaran hutan. "Bukan sudah terjadi baru pontang-panting, ditambah lagi pada tahun ini El Nino yang terjadi cukup panjang sehingga kebakaran hutan dan lahan menjadi yang terbesar," ujarnya.

    REZA ADITYA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Kepolisian Menetapkan Empat Perusahaan Tersangka Kasus Karhutla

    Kepolisian sudah menetapkan 185 orang dan empat perusahaan sebagai tersangka karena diduga terlibat peristiwa kebakaran hutan dan lahan atau karhutla.