Selasa, 17 September 2019

Pakar Transportasi : "Go-Jek Seharusnya Ditilang"

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Mantan pemain timnas Indonesia Anang Ma'ruf (39) resmi bergabung dengan Go-Jek, di Surabaya. TEMPO/Edwin Fajerial

    Mantan pemain timnas Indonesia Anang Ma'ruf (39) resmi bergabung dengan Go-Jek, di Surabaya. TEMPO/Edwin Fajerial

    TEMPO.CO, Semarang -

    Pakar transportasi dan angkutan jalan raya Universitas Katolik Soegijapranata, Semarang, Djoko Setijowarno, menyatakan seharusnya layanan angkutan sepeda motor seperti Go-Jek ditilang polisi.

    Selain tak tercantum dalam Undang-Undang transportasi, operasional  layanan transportasi dan kurir  berbasis tehknologi  informasi itu rawan menimbulkan kecelakaan.

    “Sepeda motor  yang digunakan bukan kategori angkutan umum, di sisi lain membayakan penumpang,” kata Djoko Setijowarno, Rabu (25/11).

    Ia menyebutkan layanan transportasi umum semacam Go-Jek  bukan solusi  untuk mengurangi angka kemacetan. Meski para konsumen merasa nyaman. Namun penggunaan sepeda motor untuk angkutan sangat rawan. “Terbukti angka kecelakaan korban meninggal di dominasi kendaraan bermotor,” kata Djoko Setijowarno.

    Djoko menyarankan agar pemerintah memperbaiki layanan angkutan umum  massal untuk  pelayanan publik. Tujuannya untuk menghindari ketimpangan operasional jasa angkutan umum dengan sepeda motor yang sedang marak seperti Go-Jek.

    Menurut dia, munculnya Go-Jek di Kota Semarang sebagai angkutan umum paratransit atau dari pintu ke pintu karena beragam faktor, seperti krisis ekonomi dan  tidak ada layanan transportasi umum legal, hingga menjangkau perumahan di pingiran kota.

    Selain itu faktor kemacetan juga akibat tingginya penggunaan kendaraan bermotor yang saat ini populasi sekitar 75 hingga 80 persen. “Jumlah kendaraan  bermotor itu juga turut memicu peningkatan impor minyak yang  meningkat rata-rata US$  31 miliar dolar  dalam lima tahun terakhir,” katanya.

    Direktur Lalu Lintas Polda Jateng, Komisaris Besar Benyamin, menyatakan sudah tahu munculnya layanan go-jeg di Kota Semarang . Namun ia menegaskan, tak bisa menindak, karena kewenangan dinas perhubungan. “Visi kami di lalu lintas, sepanjang  pengemudi punya SIM, pakai helm , tak melanggar lalu lintas, tak masalah,” kata Benyamin.

    Meski begitu Benyamin tak memungkiri, secara sosial keberadaan layanan angkutan seperti Go-Jek  di Kota Semarang  merugikan angkutan umum lain. EDI FAISOL


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Google Doodle, Memperingati Chrisye Pelantun Lilin-Lilin Kecil

    Jika Anda sempat membuka mesin pencari Google pada 16 September 2019, di halaman utama muncul gambar seorang pria memetik gitar. Pria itu Chrisye.