Balai Yasa Yogyakarta Pastikan Rail Clinic Siap Beroperasi

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Teknisi memperbaiki lokomotif di Balai Yasa, Yogyakarta, Jawa Tengah. Perbaikan dan perawatan lokomotif rutin dilakukan setiap masing-masing lokomotif setelah menempuh 360 kilometer. TEMPO/Aditya Herlambang Putra

    Teknisi memperbaiki lokomotif di Balai Yasa, Yogyakarta, Jawa Tengah. Perbaikan dan perawatan lokomotif rutin dilakukan setiap masing-masing lokomotif setelah menempuh 360 kilometer. TEMPO/Aditya Herlambang Putra

    TEMPO.CO, Jakarta - Balai Yasa Yogyakarta memastikan kereta kesehatan atau "Rail Clinic" siap dioperasionalkan karena seluruh kelengkapan dan sarana yang dibutuhkan sudah tersedia.

    "Kereta ini dibuat dengan memodifikasi dua kereta rel diesel (KRD) yang awalnya berasal dan Daerah Operasi II Bandung," kata Executive Vice President Balai Yasa Yogyakarta, Eko Purwanto, di Yogyakarta, Rabu, 25 November 2015.

    Semula, kereta kesehatan atau "Rail Clinic" tersebut akan diluncurkan bertepatan dengan peringatan Hari Pahlawan pada 10 November, namun kemudian diundur selama sekitar dua pekan untuk penambahan kelengkapan agar kereta bisa berfungsi maksimal di bidang kesehatan.

    Kereta "double cabin" tersebut memiliki sejumlah fasilitas pelayanan kesehatan di antaranya ruang gawat darurat, poliklinik gigi, poliklinik mata, termasuk ruang bersalin.

    Desain ruangan di dalam kereta kesehatan juga sengaja dibuat "knock down" untuk memudahkan apabila sewaktu-waktu dibutuhkan ruang perawatan kesehatan yang lebih besar.

    Total investasi yang digelontorkan PT KAI untuk membuat "rail clinic" mencapai sekitar Rp 800 juta. Kereta tersebut dibuat di Balai Yasa Yogyakarta sejak Oktober.

    Kereta tersebut akan digunakan untuk mengunjungi wilayah-wilayah di sepanjang jalur kereta api yang jauh dari pusat pelayanan kesehatan sehingga warga yang tinggal tidak jauh dari stasiun bisa memanfaatkan "rail clinic" untuk memperoleh layanan kesehatan.

    Kereta kesehatan tidak akan disambung dengan kereta komersial lain, tetapi bisa dijalankan sendiri.

    Balai Yasa Yogyakarta masih menunggu keputusan dari pusat mengenai jadwal dan lokasi peluncuran kereta kesehatan tersebut. Kereta tersebut merupakan satu-satunya kereta kesehatan yang ada di Indonesia.

    Sementara itu, Executive Vice President PT KAI Daerah Operasi VI Yogyakarta Hendy Helmy mengatakan "rail clinic" menjadi bagian dari "corporate social responsibility" (CSR) PT KAI kepada masyarakat.

    "Jangan sampai masyarakat, khususnya masyarakat yang berada di sepanjang rel kereta api tidak merasakan manfaat atas keberadaan kereta yang setiap hari melintasi tempat tinggalnya," katanya.

    Selain untuk pelayanan kesehatan, Hendy mengatakan, "rail clinic" juga bisa dimanfaatkan untuk menyosialisasikan berbagai program atau kegiatan dari PT KAI kepada masyarakat.

    ANTARA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Polemik Aturan Ketenagakerjaan Dalam RUU Cipta Kerja

    Perubahan aturan ketenagakerjaan menurut pemerintah harus dilakukan agar mengundang investasi.