3 Ilmuwan Menerima Habibie Award  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • BJ Habibie. TEMPO/Aditia Noviansyan

    BJ Habibie. TEMPO/Aditia Noviansyan

    TEMPO.CO, Jakarta - Tiga ilmuwan menerima Habibie Award atas kontribusinya di bidang pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi di Indonesia di Perpustakaan Habibie dan Ainun, Selasa, 24 November 2015. Penghargaan diberikan untuk tiga kategori, yaitu Bidang Ilmu Rekayasa, Ilmu Sosial, dan Ilmu Kebudayaan.

    Kategori Bidang Sosial diberikan kepada Prof Dr Nina Herlina, MS. Nina merupakan doktor sejarah wanita pertama di Jawa Barat dan ketiga di Indonesia. Ia telah berkeliling ke 26 negara untuk mempresentasikan 14 makalahnya dalam seminar internasional. Negara yang dikunjunginya antara lain Malaysia, Filipina, India, Bangladesh, Taiwan, dan Portugal.

    Kategori Bidang Ilmu Rekayasa diberikan kepada Dr Eng Wisnu Jatmiko, ST, MKom. Lektor Kepala Fakultas Ilmu Komputer Universitas Indonesia tersebut merancang robot "Al Fath".

    Kategori terakhir adalah bidang Ilmu Kebudayaan. Penghargaan diberikan kepada Prof Emeritus Drs Abdul Djalil Pirous. Guru Besar Emeritus Seni Rupa ITB tersebut merupakan pelukis senior seni rupa modern bernafaskan Islam.

    Penghargaan tahunan ini diberikan oleh Yayasan Sumber Daya Manusia dalam Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Habibie Center. Habibie Award diberikan kepada perseorangan atau badan yang aktif dan berjasa dalam pengembangan kegiatan IPTEK yang inovatif, bermanfaat, dan dilakukan secara signifikan.

    Acara pemberian anugerah tersebut termasuk dalam rangkaian acara peringatan ulang tahun Habibie Center ke-16. Acara diselenggarakan selama sepekan mulai 23-27 November 2015. Selain pemberian penghargaan, ada konferensi, diskusi terbatas dan publik, serta talkshow.

    VINDRY FLORENTIN


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Proyek Infrastruktur, 17 Kepala Daerah Ditangkap dalam 2 Tahun

    Sejak berdiri pada 2002 hingga sekarang, Komisi Pemberantasan Korupsi telah menangkap 121 kepala daerah terkait kasus proyek infrastruktur.