Kenangan Sang Guru: Saat SMP, Jokowi Suka Matematika

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Presiden Jokowi menyalami guru semasa sekolahnya saat Peringatan Hari Guru Nasional Tahun 2015 di Istora Senayan, Jakarta, 24 November 2015.  Tema tersebut dinilai relevan dengan tumbuh kembangnya semangat pemerintah dan seluruh masyarakat Indonesia.  TEMPO/Subekti

    Presiden Jokowi menyalami guru semasa sekolahnya saat Peringatan Hari Guru Nasional Tahun 2015 di Istora Senayan, Jakarta, 24 November 2015. Tema tersebut dinilai relevan dengan tumbuh kembangnya semangat pemerintah dan seluruh masyarakat Indonesia. TEMPO/Subekti

    TEMPO.CO, Jakarta - Sutoto, guru Presiden Joko Widodo semasa sekolah menengah pertama (SMP), punya kenangan mengajar anak didiknya tersebut. Selain rajin, Jokowi juga dikenal sebagai sosok sederhana dari kecil.

    Wanita sepuh tersebut mengatakan bahwa salah satu yang paling dikenang dari Jokowi adalah ‎kecintaannya pada matematika. "Saya yang ngajar, dulu namanya ilmu ukur dan aljabar," kata Sutoto di kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Selasa, 24 November 2015. "Yang paling saya ingat, dia itu orangnya rajin membuat pekerjaan rumah."

    Jokowi menghadiri acara puncak peringatan Hari Guru yang dilaksanakan di Istora Senayan. Sekitar 10 ribu guru dari tingkat taman kanak-kanak hingga sekolah menengah hadir dalam acara tersebut. Jokowi dalam acara itu juga memberikan penghargaan Satya Lencana bagi 69 guru dari seluruh Indonesia.

    Dalam kesempatan itu, Jokowi sempat bertemu dengan beberapa gurunya saat SMP dan SMA. ‎Dia mengaku terkejut akan dipertemukan dengan mereka. Usai dari Istora, Jokowi mengundang perwakilan guru untuk makan siang di Istana Negara. 

    Sutoto berharap Jokowi sukses memimpin Indonesia hingga masa jabatannya berakhir nanti. Saat ditanya tentang isi perbincangannya saat makan siang dengan Jokowi, wanita yang menggunakan kursi roda ini mengaku hanya membicarakan tentang masa lalu Jokowi.

    FAIZ NASHRILLAH


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    KPK Berencana Menghapus Hasil Penyadapan 36 Perkara

    Terdapat mekanisme yang tak tegas mengenai penghapusan hasil penyadapan 36 penyelidikan yang dihentikan KPK.