Minggu, 22 September 2019

Polisi Selidiki Ancaman Bom di Dua Hotel di Surabaya  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Tim penjinak bom Gegana Kepolisian Daerah Jawa Barat usai melakukan penyisiran di Hotel Sheraton Bandung. TEMPO/Aditya Herlambang Putra

    Tim penjinak bom Gegana Kepolisian Daerah Jawa Barat usai melakukan penyisiran di Hotel Sheraton Bandung. TEMPO/Aditya Herlambang Putra

    TEMPO.CO, Surabaya - Kepolisian Daerah Jawa Timur menyatakan tetap menelusuri identitas pengirim dan motif dari pengiriman pesan faksmile berisi teror bom yang diterima dua hotel di Surabaya pada Senin malam kemarin.

    Polisi tak berhenti menyelidiki sekalipun dari hasil penelusuran yang langsung dilakukan di dua lokasi hotel itu tak terbukti adanya ancaman itu.

    Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Kepolisian Daerah Jawa Timur Komisaris Besar Argo Yuwono mengatakan penyelidikan masih terus dilakukan hingga hari ini, Selasa, 24 November 2015. Yang jelas, ucap dia, pesan yang dikirim di antaranya memuat kata kelompok Negara Islam di Irak dan Suriah (ISIS).

    "Kami pelajari dan dalami kasus-kasus sebelumnya, apakah teror tadi malam ada kaitannya dengan kelompok Islamic State of Iraq and Syria (ISIS)," ucap Argo di Markas Polda Jawa Timur Jawa Timur, Selasa,  24 November 2015.

    Sementara penyelidikan dilakukan, Argo mengimbau masyarakat tidak panik dan tetap menjalankan aktivitas sehari-hari sebagaimana mestinya. Penyelidikan tak cuma dilakukan di Surabaya, tapi juga di daerah lain, seperti Malang, Lamongan, dan Tulungagung. Di tiga daerah itu, polisi pernah menangkap terduga teroris terkait dengan ISIS.

    Pada Senin sore, manajemen Hotel Shangri-La dan Hotel JW Marriot di Surabaya mengadukan faksmile yang mengatasnamakan kelompok ISIS itu. Pesan teror diterima sekitar pukul 15.30 WIB.

    Pengaduan ditindaklanjuti polisi yang langsung menyisir dua hotel bintang lima itu. Hasilnya, pesan ancaman itu hanya pepesan kosong.

    SITI JIHAN SYAHFAUZIAH



     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Rincian Pasal-Pasal yang Diduga Bermasalah di Revisi UU KPK

    Banyak pasal dalam perubahan kedua Undang-Undang Komisi Pemberantasan Korupsi, atau Revisi UU KPK, yang disahkan DPR, berpotensi melemahkan KPK.