Jokowi Minta Guru Waspadai Facebook dan Instagram  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Presiden Joko Widodo (Jokowi). REUTERS/Beawiharta

    Presiden Joko Widodo (Jokowi). REUTERS/Beawiharta

    TEMPO.COJakarta - Presiden Joko Widodo meminta para guru mewaspadai munculnya media sosial yang dapat memberikan pengaruh buruk kepada anak-anak. Menurut Jokowi, media sosial sekarang menjadi "pendidik" bagi anak-anak pada malam hari sepulang sekolah.

    "Saya perlu mengingatkan, sekarang yang mendidik anak bukan hanya guru, tapi ada yang lain. Malam hari ada yang mendidik televisi, ada media sosial Facebook, YouTube, Path, Twitter, Instagram," kata Jokowi saat memberikan sambutan dalam peringatan Hari Guru di Istora Senayan, Selasa, 24 November 2015.

    Menurut Jokowi, televisi dan media sosial sangat mempengaruhi pembangunan karakter anak. Dia meminta guru menyiasati masalah ini dengan peningkatan kompetensi dalam mendidik, tidak hanya di kelas tapi juga di luar kelas. "Jangan sampai lingkungan di luar merusak. Pembangunan karakter bangsa sangat penting," ujarnya.

    Selain itu, Presiden mengajak para guru mempersiapkan bangsa Indonesia agar memiliki mental pemenang. Sebab, persaingan bukan hanya antarkota atau provinsi, tapi sudah antarnegara. Dia mencontohkan, mulai awal tahun depan, Indonesia sudah ikut dalam Masyarakat Ekonomi ASEAN.

    "Untuk mempersiapkan ini ada di pundak Bapak dan Ibu. Bangsa ini harus kita bekali dengan mentalitas pemenang," tuturnya.

    Acara puncak peringatan Hari Guru dilaksanakan di Istora Senayan pagi hingga siang tadi. Sekitar 10 ribu guru dari tingkat taman kanak-kanak hingga sekolah menengah hadir dalam acara tersebut. Jokowi dalam acara itu juga memberikan penghargaan Satya Lencana bagi 69 guru dari seluruh Indonesia.

    Pemberian penghargaan didasarkan pada Keputusan Presiden Nomor 122/TK/2015 tentang Penganugerahan Tanda Kehormatan Satya Lencana pada Bidang Pendidikan. Dalam acara itu, Jokowi didampingi Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Anies Baswedan, Menteri Sekretaris Negara Pratikno, dan Menteri Agama Luqman Hakim Syaifudin.

    ANANDA TERESIA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Rincian Pasal-Pasal yang Diduga Bermasalah di Revisi UU KPK

    Banyak pasal dalam perubahan kedua Undang-Undang Komisi Pemberantasan Korupsi, atau Revisi UU KPK, yang disahkan DPR, berpotensi melemahkan KPK.