Menteri Anies Akan Tambah Guru Garis Depan  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Anies Baswedan sengan memberi sambutan pada pembukaan Frankfurt Book Fair di Jerman,  Selasa, 13 Oktober 2015. Doc : kemdiknas.go.id KOMUNIKA ONLINE

    Anies Baswedan sengan memberi sambutan pada pembukaan Frankfurt Book Fair di Jerman, Selasa, 13 Oktober 2015. Doc : kemdiknas.go.id KOMUNIKA ONLINE

    TEMPO.COJakarta - Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan akan menambah kuota guru garis depan. "Dari tahun lalu jumlahnya hanya 798 guru, nanti akan ditambah hingga 3.500 guru garis depan," kata Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Anies Baswedan di Istora Senayan, Selasa, 24 November 2015.

    Guru garis depan adalah kelompok guru yang ditempatkan di daerah-daerah yang jangkauannya sulit. Ada yang ditempatkan di daerah terluar, terdalam, serta kepulauan terdepan Indonesia.

    Anies mengakui Indonesia mengalami kekurangan guru untuk daerah khusus yang sulit dijangkau. Guru garis depan diharapkan bisa menginspirasi murid di daerah dengan infrastruktur yang belum terbangun dengan baik. "Serta di daerah perbatasan," ujarnya.

    Rotasi antara guru yang berada di daerah yang mudah dijangkau dan guru di daerah terluar juga menjadi pilihan. Namun, kata Anies, akan ada kendala yang mesti dihadapi pemerintah pusat. "Masalahnya, guru itu kan di bawah pemerintah daerah, bukan pusat, sehingga pengaturannya berbeda." 

    Terdapat 12.500 guru yang menghadiri peringatan Hari Guru Nasional di Istora Senayan, Jakarta. Para guru itu terdiri atas beberapa anggota asosiasi guru di Indonesia. Hadir pula guru satu atap. Selain itu, ada guru garis depan yang mengajar di berbagai pelosok Indonesia.

    Peringatan Hari Guru dirayakan selama dua hari, yaitu 23-24 November 2015. Pada 23 November, diadakan Simposium Nasional. Dalam acara itu, para guru berbagi cerita tentang inovasi yang sudah mereka lakukan di kelas.

    Peringatan Hari Guru Nasional dihadiri Presiden Joko Widodo. Hadir juga tamu istimewa, yaitu guru-guru yang pernah mengajar Jokowi serta Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Anies Baswedan. "Tidak percaya saya pandai kimia karena guru saya? Silakan ditanya Bu Ning," tutur Jokowi menyebut guru kimia-nya yang hadir.

    MITRA TARIGAN


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Wiranto Ditusuk Seseorang yang Diduga Terpapar Radikalisme ISIS

    Menkopolhukam, Wiranto ditusuk oleh orang tak dikenal yang diduga terpapar paham radikalisme ISIS. Bagaimana latar belakang pelakunya?