Gempa di Halmahera Barat, 497 Rumah Warga Rusak Parah  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • TEMPO/Prima Mulia

    TEMPO/Prima Mulia

    TEMPO.CO, Ternate - Badan Penanggulangan Bencana Daerah Provinsi Maluku Utara mencatat, 497 rumah warga di Halmahera Barat rusak parah akibat gempa bumi yang terjadi pada Jumat, 20 November 2015. Ratusan warga terpaksa mengungsi di empat titik pos pengungsian yang disiapkan pemerintah.

    Ridwan Samad, Kepala Penanggulangan Bencana Daerah Provinsi Maluku Utara, mengatakan ratusan rumah warga yang rusak berada tak jauh dari pusat gempa. Rumah warga yang rusak tersebar di sembilan desa di Kabupaten Halmahera Barat, yaitu Desa Bobanehena, Bobo, Idamdehe, Gamsungi, Galala, Bukumaadu, Tauro, Bukubualawa, dan Hatebicara.

    "Di dua desa di Kecamatan Jailolo, yaitu Bobanehena dan Bobo, saja setidaknya sudah tercatat 276 rumah rusak ringan, 53 rumah rusak sedang, dan 21 rumah rusak berat. Itu belum termasuk desa lain. Data kami, ada 497 rumah warga yang rusak," ucap Ridwan kepada Tempo, Selasa, 24 November 2015.

    Menurut Ridwan, gempa menyebabkan jalan raya di Desa Galala retak sepanjang 500 meter. Sejumlah fasilitas pemerintah juga mengalami kerusakan. "Kondisi saat ini relatif mulai stabil, dan pemerintah dibantu warga sudah mulai membersihkan puing-puing bangunan yang roboh," ujar Ridwan.

    Suwardi, Kepala Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika Stasiun Geofisika Ternate, menuturkan aktivitas gempa yang terjadi di Maluku Utara terekam mulai menurun. Namun, dari data pada 16-23 November 2015, aktivitas gempa bumi yang mengguncang Maluku Utara sangat tinggi.

    "Totalnya mencapai 469 kali kejadian dalam berbagai variasi magnitudo dan kedalaman. Bahkan beberapa aktivitas gempa guncangannya dirasakan hingga mencapai III-IV MMI," kata Suwardi.

    BUDHY NURGIANTO



     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Eliud Kipchoge Tak Pecahkan Rekor Dunia Marathon di Ineos 1:59

    Walau Eliud Kipchoge menjadi manusia pertama yang menempuh marathon kurang dari dua jam pada 12 Oktober 2019, ia tak pecahkan rekor dunia. Alasannya?