Atasi Banjir, Pemkot Malang Akan Buat Gorong-gorong  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Sebuah alat berat tertimbun longsor saat banjir bandang dikali Konto disamping jalan Malang-Kediri dikawasan Pujon, Malang, Jawa Timur, (19/2). TEMPO/Eko Siswono Toyudho

    Sebuah alat berat tertimbun longsor saat banjir bandang dikali Konto disamping jalan Malang-Kediri dikawasan Pujon, Malang, Jawa Timur, (19/2). TEMPO/Eko Siswono Toyudho

    TEMPO.CO, Jakarta - Pemerintah Kota Malang akan membangun gorong-gorong beton sepanjang 1 kilometer mulai Jalan Soekarno-Hatta hingga Sungai Brantas untuk mengatasi banjir yang biasa melanda selama musim hujan.

    Kepala Dinas Pekerjaan Umum, Perumahan, dan Pengawasan Bangunan Kota Malang Jarot Sulistyono mengatakan gorong-gorong akan mulai dibangun tahun depan dengan anggaran sekitar Rp 64 miliar, yang merupakan bantuan dari Pemerintah Provinsi Jawa Timur.

    Jarot berujar, gorong-gorong itu akan mengalirkan sebagian air hujan ke Sungai Brantas.

    "Jika selama ini air hujan hanya mengalir ke permukiman warga yang berada di daerah dataran rendah, nantinya sebagian air hujan akan dialirkan ke Sungai Brantas. Dengan demikian, air yang mengalir ke permukiman tak sampai membuat banjir," ucapnya, Selasa, 24 November 2015.

    Jarot menjelaskan, gorong-gorong akan mulai dibangun dari sisi belakang diler Toyota di Jalan Soekarno-Hatta ke arah Sungai Brantas yang berada tidak jauh dari pintu gerbang Universitas Brawijaya, Malang, dari arah Jembatan Soekarno-Hatta.

    Sebelumnya, Wali Kota Malang Moch. Anton menuturkan Pemkot sudah menyiapkan solusi untuk mengatasi masalah meluapnya air hujan di permukiman warga, yakni pembangunan gorong-gorong beton.

    Keberadaan gorong-gorong yang mengalirkan sebagian air hujan ke Sungai Brantas, menurut dia, akan membuat aliran air ke permukiman warga berkurang signifikan saat musim hujan.

    "Kalau proyek box culvert (gorong-gorong) ini terealisasi, banjir di kawasan Jalan Soekarno-Hatta bisa diminimalisasi, termasuk di beberapa titik yang selama ini menjadi langganan banjir. Semoga proyek ini menjadi salah satu solusi di samping solusi lain," katanya.

    ANTARA



     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Sebab dan Pencegahan Kasus Antraks Merebak Kembali di Gunungkidul

    Kasus antraks kembali terjadi di Kabupaten Gunungkidul, DI Yogyakarta. Mengapa antraks kembali menjangkiti sapi ternak di dataran tinggi tersebut?