Agar Tak Ricuh, 699 Aktivis HMI Direlokasi dari GOR Pekanbaru

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Massa Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) asal Makasar merusak dan membakar sejumlah fasilitas Gedung Olahraga Gelanggang Remaja di Pekanbaru, Riau, 21 November 2015. Mereka mengaku kecewa dengan sikap panitia Kongres HMI di Pekanbaru yang tak menyambut dan memfasilitasi penginapan mereka. ANTARA/Rony Muharrman

    Massa Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) asal Makasar merusak dan membakar sejumlah fasilitas Gedung Olahraga Gelanggang Remaja di Pekanbaru, Riau, 21 November 2015. Mereka mengaku kecewa dengan sikap panitia Kongres HMI di Pekanbaru yang tak menyambut dan memfasilitasi penginapan mereka. ANTARA/Rony Muharrman

    TEMPO.CO, Pekanbaru - Sebanyak 699 aktivis Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) asal Sulawesi yang selama tiga hari terakhir berada di Gelanggang Olahraga Remaja Pekanbaru direlokasi menuju kawasan MTQ Pekanbaru.

    "Hal ini bertujuan agar petugas dapat mengakomodasi massa serta menghindari konflik," kata Wakil Kepala Kepolisian Resor Kota Pekanbaru AKBP Sugeng Putut Wicaksono kepada Antara di Pekanbaru, Senin malam, 23 November 2015.

    Dari pantauan terlihat setidaknya lima truk Pengendalian Massa (Dalmas) milik Brimob Kepolisian Daerah Riau mengangkut para aktivis HMI itu. Menurut Putut, relokasi tersebut selain mempermudah kepolisian untuk mengakomodasi massa, juga untuk menghindari terjadinya kembali konflik seperti yang terjadi pada Senin siang kemarin.

    Hingga berita ini diturunkan, relokasi masih terus dilakukan petugas kepolisian. Mayoritas aktivis melakukan relokasi secara sukarela tanpa paksaan.

    Seorang aktivis HMI asal Makassar, Ramlin, menjelaskan dia beserta rekan-rekan lainnya menerima saran kepolisian untuk direlokasi guna menghindari konflik serupa. Adapun terkait dengan ditemukannya sejumlah senjata tajam, dia mengaku tidak mengetahui secara pasti siapa pelakunya. "Namun saya pastikan bahwa senjata tajam itu merupakan bentuk penjagaan diri karena perjalanan jauh dari Sulawesi ke Riau," ujarnya.

    Sebelumnya, jajaran Kepolisian Daerah Riau menetapkan delapan tersangka dari oknum peserta Kongres ke-29 Himpunan Mahasiswa Islam yang kedapatan membawa senjata tajam jenis badik dan anak panah.

    Kapolresta Pekanbaru Komisaris Besar Polisi Aries Syarif Hidayat didampingi Direktur Kriminal Umum Polda Riau Komisaris Besar Polisi Rifai Sinambel mengatakan delapan tersangka diamankan petugas dari razia yang digelar di sejumlah lokasi pada Senin. Dia menjelaskan, razia tersebut dilakukan di tiga lokasi, yakni Gelanggang Olahraga Remaja Pekanbaru, kompleks MTQ Pekanbaru, dan kampus Unri Gobah.

    Hasilnya, empat tersangka diamankan dari GOR Remaja dan empat lainnya dari kampus Unri Gobah. Keempat tersangka yang diamankan di Unri Gobah adalah MA, Y, ML, dan AY. "Selanjutnya yang diamankan di GOR Remaja HA, JS, AK, dan DA," tutur Kombes Aries.

    Semua tersangka pembawa senjata pada Kongres HMI diketahui berasal dari Sulawesi, dan seorang di antaranya berasal dari Ambon. "Nanti kita kroscek kembali kebenarannya, termasuk koordinasi dengan universitas asal mereka," ucapnya.

    Saat ini semua tersangka diamankan di Mapolda Riau guna menjalani pemeriksaan lebih lanjut.

    Dari pengamatan terlihat sedikitnya 23 jenis senjata tajam yang terdiri atas parang, belati, dan pisau bentuk rambo. Selain itu, ada delapan pucuk anak panah, tiga botol yang diduga berisi racun untuk anak panah, dua ketapel, satu unit senjata api rakitan, serta tujuh unit macis berbentuk senjata api. 

    ANTARA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Imam Nahrawi dan Para Menteri di Pusaran Korupsi

    KPK menetapkan Menteri Pemuda dan Olahraga Imam Nahrawi sebagai tersangka. Artinya, dua menteri kabinet Presiden Joko Widodo terjerat kasus korupsi.