Dede Yusuf Targetkan Demokrat Menang di Karawang

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Dede Yusuf 2 (KOMUNIKA)

    Dede Yusuf 2 (KOMUNIKA)

    TEMPO.CO, Karawang - Dede Yusuf Macan Effendi, juru kampanye nasional Partai Demokrat menargetkan kemenangan tingkat nasional sebesar 30 persen di Pilkada serentak 2015. Ia mengaku optimistis kader Demokrat bisa menang di Karawang.

    "Salah satu daerah yang optimistis menang ya di Karawang. Apalagi dengan banyaknya calon di Karawang yang enam pasang itu. Jadi suaranya dibagi-bagi dengan pasangan calon lainnya,” ujar Dede, kepada wartawan di Karawang, Senin, 23 November 2015.

    Ia mengatakan, walaupun ada tiga kader Demokrat yang maju dalam Pilkada Karawang, seluruh kekuatan partai berlambang mercy ini dikerahkan untuk memenangkan Cellica Nurrachadiana, calon inkumben. Tiga kader PD yang melenggang ke Pilkada Karawang ialah Cellica Nurrachadia, Saan Mustofa, dan Daday Hudaya. Menurut Dede, secara resmi Partai Demokrat hanya mengusung Cellica, sementara Saan Mustopa dan Daday Hudaya maju tanpa dukungan resmi Demokrat.

    “Kalau itu saya kurang tahu persisnya. Yang jelas Saan sudah diberhentikan sebagai anggota DPR RI. Untuk lebih jelasnya nanti ada pengarahan dari sekjen mengenai kader yang membelot apakah dipecat atau bagaimana,” ujarnya.

    Di Pilkada Karawang, Saan Mustopa disokong Partai Golongan Karya (Golkar). Ia berpasangan dengan Iman Sumantri. Sementara kadar Demokrat lain, yakni Daday Hudaya maju melalui jalur perseorangan berpasangan dengan Eddy Yusuf. Cellica sendiri berpasangan dengan Ahmad Zamakhsyari atau yang kerap disapa Jimmy.

    Meskipun didaulat sebagai juru kampanye nasional, dirinya mengaku tidak bisa tinggal di Karawang. Sebab dirinya harus berkeliling ke tiap daerah yang menggelar pilkada. “Dua hari ini ada di Karawang, tetapi selanjutnya harus keliling daerah se-Indonesia,” ujarnya.

    HISYAM LUTHFIANA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Sebab dan Pencegahan Kasus Antraks Merebak Kembali di Gunungkidul

    Kasus antraks kembali terjadi di Kabupaten Gunungkidul, DI Yogyakarta. Mengapa antraks kembali menjangkiti sapi ternak di dataran tinggi tersebut?