Surabaya, Balikpapan, Kendari Jadi Kota Terbersih 2015

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Sejumlah warga berusaha untuk memegang Piala Adipura Kencana di Kawasan Pemerintahan Kota Tangerang, Banten  (10/6). TEMPO/Marifka Wahyu Hidayat

    Sejumlah warga berusaha untuk memegang Piala Adipura Kencana di Kawasan Pemerintahan Kota Tangerang, Banten (10/6). TEMPO/Marifka Wahyu Hidayat

    TEMPO.CO, Jakarta - Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan memberikan penghargaan Adipura Kencana pada tiga kota yang dinilai paling bersih pada tahun 2015 ini.

    Penghargaan diberikan pada Malam Anugerah Lingkungan yang digelar di Hotel Bidakara, Jakarta, Senin 23 November 2015.

    Dari 357 kota yang dinilai, pemerintah memutuskan 3 kota mendapat anugerah Adipura Kencana, 65 kota peraih anugerah Adipura, 69 kota peraih sertifikat Adipura, dan 17 kota peraih plakat Adipura lewat kategori taman kota, pasar, terminal, hutan kota, dan tempat pemrosesan akhir (TPA)

    Peraih Anugerah Adipura Kencana adalah:

    1. Kota Surabaya, kategori kota metropolitan

    2. Kota Balikpapan, kategori kota besar

    3. Kota Kendari, kategori kota kecil.

    Selain itu, ada sembilan kota yang baru pertama kali mendapat Adipura. Kesembilan kota itu adalah:

    1. Kota Bandung

    2. Kota Makasar

    3. Kota Banjarmasin

    4. Kota Palopo

    5. Kota Gorontalo

    6. Kota Tebing Tinggi

    7. Kota Bau-Bau

    8. Kabupaten Merangi

    9. Kabupaten Bintan

    Selama empat tahun terakhir, skor rata-rata  penghargaan Adipura mengalami kenaikan 6,63 persen dari 63,31 menjadi 67,51. "Hal ini adalah indikasi kenaikan kualitas lingkungan hidup perkotaan secara nasional," kata Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Siti Nurbaya Bakar pada puncak malam penganugerahan.

    Menteri Siti menambahkan penilaian kali ini terdapat pengetatan kriteria dengan menggunakan kriteria tempat pembuangan akhir (TPA), dengan indikator operasional minimal lahan urug terkontrol (Controlled Landfill). Untuk kategori kota kecil dan sedang nilai TPA ≥74 serta untuk kota besar dengan nilai TPA ≥72.

    Jika ada kota memiliki nilai adipura ≥75 namun nilai TPA tidak memenuhi kriteria, kata dia, maka kota itu tidak akan mendapat penghargaan Adipura.

    Siti menuturkan lewat pengetatan nilai ini diharapkan ke depan kota menjadi ekosistem ideal (liveable), mampu mengembangkan ekonomi dan merangsang perdagangan, wisata dan investasi (attractive), dan memiliki pemimpin yang berdedikasi (statemanship).

    Untuk merangsang kinerja kota menjadi lebih baik, maka pemerintah akan memberikan stimulus lewat penghargaan Adipura Buana (liveability), Adipura Kirana (attractiveness), Adipura Bakti (leadership) dan puncaknya pada Adipura Paripurna. Model ini akan diterapkan tahun depan dengan penilaian dimulai pada Maret atau April 2016.

    AHMAD FAIZ IBNU SANI


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Kepolisian Menetapkan Empat Perusahaan Tersangka Kasus Karhutla

    Kepolisian sudah menetapkan 185 orang dan empat perusahaan sebagai tersangka karena diduga terlibat peristiwa kebakaran hutan dan lahan atau karhutla.