Aktivis HMI Pembawa Badik di Kongres Terancam 10 Tahun Bui  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Polisi memeriksa barang bawaan peserta Kongres HMI ketika menggelar razia senjata tajam di lokasi Kongres Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) ke-29 di Pekanbaru, Riau, 23 November 2015. Kongres HMI di Pekanbaru kembali ricuh. Rombongan kader HMI yang diduga dari Sulawesi Selatan menyerang panitia lokal setelah mengadakan rapat internal di Hotel Green, Pekanbaru, kemarin malam. ANTARA/Rony Muharrman

    Polisi memeriksa barang bawaan peserta Kongres HMI ketika menggelar razia senjata tajam di lokasi Kongres Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) ke-29 di Pekanbaru, Riau, 23 November 2015. Kongres HMI di Pekanbaru kembali ricuh. Rombongan kader HMI yang diduga dari Sulawesi Selatan menyerang panitia lokal setelah mengadakan rapat internal di Hotel Green, Pekanbaru, kemarin malam. ANTARA/Rony Muharrman

    TEMPO.CO, Pekanbaru - Kepolisian Daerah Riau menyatakan delapan aktivis Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) peserta kongres ke-29 yang tertangkap tangan membawa senjata tajam jenis badik dan anak panah terancam 10 tahun penjara.

    "Mereka kami jerat dengan Undang-Undang Darurat Nomor 12 Tahun 1951 Pasal 2 ayat 1 dengan pidana penjara maksimal 10 tahun," kata Direktur Kriminal Umum Polda Riau Komisaris Besar Rifai Sinambela, seperti dilansir Antaranews, di Pekanbaru, Senin, 23 November 2015.

    Sebelumnya, tim gabungan polisi dan TNI berhasil menahan delapan aktivis HMI asal Sulawesi yang kedapatan membawa senjata tajam jenis badik, belati, parang, dan anak panah. Semuanya telah ditetapkan sebagai tersangka.

    "Sweeping" itu dilakukan sebagai tindak lanjut aksi penyerangan sejumlah aktivis HMI terhadap panitia lokal kongres yang menyebabkan sejumlah anggota panitia terluka.

    Dia mengatakan tindakan tegas itu perlu dilakukan sebagai upaya terjadinya kembali bentrokan serupa. "Kita tidak akan negoisasi. Pasti akan dilakukan proses hukum," ucapnya.

    Lebih lanjut Rifai mengatakan pihaknya akan terus melakukan penjagaan ketat selama kongres digelar. Kongres HMI ke-29 diselenggarakan di Gelanggang Olahraga Remaja Pekanbaru pada 22-26 November 2015.

    Namun, pada hari pertama pelaksanaan kongres, sejumlah masalah timbul lantaran sekitar 2.500 peserta kongres penggembira tidak terakomodasi panitia.

    Hingga hari ini, polisi masih terus meningkatkan penjagaan. Sekitar 1.500 personel gabungan polisi dan TNI terus bersiaga di sejumlah titik, seperti GOR Remaja, MTQ Pekanbaru, kantor DPRD Riau, serta Unri Gobah.

    ANTARA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Lika-Liku Calon Wakil Gubernur DKI Jakarta Pengganti Sandiaga Uno

    Kursi Wakil Gubernur DKI Jakarta kosong sejak Agustus 2018. Pada Januari 2020, Partai Keadilan Sejahtera dan Partai Gerindra mengajukan dua nama.