Seusai Sidang Kabinet, Luhut dan Sudirman Ambil Jalan Berbeda  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Menko Polhukam Luhut Binsar Pandjaitan dalam konferensi pencatut nama Presiden Jokowi di Jakarta, 19 November 2015.  Luhut mengungkapkan, kontrak Freeport akan habis pada tahun 2021, jika ada negosisasi  perpanjangan kontrak, hal itu bisa dilakukan dua tahun sebelumnya. TEMPO/Subekti.

    Menko Polhukam Luhut Binsar Pandjaitan dalam konferensi pencatut nama Presiden Jokowi di Jakarta, 19 November 2015. Luhut mengungkapkan, kontrak Freeport akan habis pada tahun 2021, jika ada negosisasi perpanjangan kontrak, hal itu bisa dilakukan dua tahun sebelumnya. TEMPO/Subekti.

    TEMPO.CO, Jakarta - Para menteri Kabinet Kerja kompak bungkam setelah mengikuti sidang kabinet di Istana Bogor. ‎Mereka memilih meninggalkan wartawan dan langsung menuju mobil masing-masing.

    "Saya tak mau jawab," kata Menteri Koordinator Politik, Hukum, dan Keamanan Luhut Binsar Pandjaitan, Senin, 23 November 2015, saat ditanya mengenai hasil pertemuan itu.

    Menurut dia, Presiden Joko Widodo sudah menginstruksikan Sekretaris Kabinet Pramono Anung untuk menjelaskannya. Dia juga menjawab hal yang sama saat ditanya tentang kasus pencatutan nama Presiden oleh Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Setya Novanto. "Sudah saya bilang, saya tak mau jawab."

    Presiden Joko Widodo hari ini menggelar sidang kabinet di Istana Kepresidenan Bogor. Rapat tersebut terbilang lama. Dimulai sekitar pukul 11.00 WIB, para menteri baru terlihat keluar sekitar pukul 14.30 WIB. Saat membuka rapat, Jokowi meminta para menteri tidak membuat polemik di publik. "Saya tegaskan, hindari tabrakan di antara lembaga kementerian. Jangan ada namanya polemik di publik yang menggambarkan perbedaan," ujarnya.

    Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Yasonna Laoly juga memilih tak banyak berbicara. Sesuai dengan instruksi Jokowi‎, kata dia, hanya Menteri Koordinator Perekonomian Darmin Nasution dan Sekretaris Kabinet Pramono Anung yang boleh menjawab. Hal yang sama dilakukan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Sudirman Said. 

    Bahkan, sementara beberapa menteri lain, seperti Luhut, meninggalkan Istana melalui gerbang depan, Sudirman terlihat keluar melalui gerbang yang menuju Kebun Raya Bogor. ‎Sudirman pun memilih tak banyak bicara. 

    Luhut dan Sudirman memang menjadi sorotan publik beberapa hari terakhir. Hal ini terkait dengan laporan Sudirman kepada Mahkamah Kehormatan Dewan mengenai pencatutan nama Jokowi oleh Ketua DPR Setya Novanto. Novanto dituding mencatut nama Jokowi dalam perpanjangan kontrak PT Freeport Indonesia. Dalam transkrip pertemuan yang beredar, nama Luhut juga dicatut Novanto.

    Sebaliknya, Luhut menuding bahwa pelaporan Sudirman tanpa restu Jokowi. Namun, belakangan, Wakil Presiden Jusuf Kalla membantahnya. Menurut dia, Menteri Sudirman sudah melapor kepada Jokowi sebelum menye‎rahkan bukti transkrip dan rekaman kepada MKD. 

    Sekretaris Kabinet Pramono Anung mengatakan sidang kabinet hari ini membahas soal hasil kunjungannya dari KTT G-20. Selain itu, Jokowi me‎nyinggung ihwal kasus dugaan pelanggaran etik yang melibatkan Novanto. Menurut dia, pemerintah menyerahkan sepenuhnya proses tersebut kepada MKD. Mengenai banyaknya menteri yang bungkam, Pramono hanya menjawab singkat. "Sudah dibilangin, jangan ngejar Pak Luhut dan Pak Sudirman, enggak bakal ada yang ngomong."

    FAIZ NASHRILLAH‎

    Baca juga:
    Di Balik Heboh Setya  Novanto: 3 Hal yang Perlu Anda Tahu
    Kasus Setya Novanto: Inikah Biang Mahkamah Sulit Diandalkan?  


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Komentar Yasonna Laoly Soal Harun Masiku: Swear to God, Itu Error

    Yasonna Laoly membantah disebut sengaja menginformasikan bahwa Harun berada di luar negeri saat Wahyu Setiawan ditangkap. Bagaimana kata pejabat lain?