Surabaya Kembali Raih Adipura Kencana 2015  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Taman Bungkul, Surabaya, yang mendapat penghargaan sebagai Taman Terbaik se Asia dari PBB. (5/12). Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini menerima penghargaan tersebut di Fukuoka, Jepang, pada 26 November 2013. TEMPO/Fully Syafi

    Taman Bungkul, Surabaya, yang mendapat penghargaan sebagai Taman Terbaik se Asia dari PBB. (5/12). Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini menerima penghargaan tersebut di Fukuoka, Jepang, pada 26 November 2013. TEMPO/Fully Syafi

    TEMPO.CO, Jakarta - Direktur Jenderal Pengelolaan Sampah, Limbah, dan B3 Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan Sudirman mengatakan Pemerintah Kota Surabaya kembali meraih penghargaan Adipura Kencana kategori kota metropolitan. Penghargaan ini akan diserahkan oleh Wakil Presiden Jusuf Kalla di Jakarta nanti malam, Senin, 23 November 2015.

    “Ini sudah kali keempat secara beruntun,” kata Sudirman dalam rilisnya yang diterima Tempo, Senin, 23 November 2015.

    Menurut Sudirman, Surabaya dinilai unggul karena mampu menciptakan inovasi, terutama dalam hal pemanfaatan tempat pembuangan akhir (TPA) menjadi sumber energi (waste to energy). Selain itu, Surabaya dinilai konsisten terhadap kebersihan dan keindahan kota. “Ini penilaian yang paling utama dan sebenarnya Kota Surabaya ini sudah beyond Adipura (melebihi Adipura),” ujarnya.

    Dalam penilaian Adipura Kencana tahun ini, ujar dia, setidaknya ada lima kriteria, yaitu Kota Surabaya dapat mengubah sampah menjadi energi (waste to energy), lalu pemanfaatan lahan sempit (urban farming), keanekaragaman hayati, adaptasi dan mitigasi yang baik, menjaga kelestarian sumber mata air, penanaman pohon, serta pembuatan waduk atau situ. “Lima kreteria ini yang membuat Kota Surabaya selalu meraih penghargaan paling bergengsi ini,” ujarnya.

    Sudirman menambahkan, penilaian Adipura 2015 sedikit berbeda dengan penilaian Adipura 2014. Pada tahun ini lebih ditekankan pada pelaksanaan Undang-Undang Nomor 18 Tahun 2005 tentang pengelolaan persampahan, terutama Pasal 44, di mana kabupaten/kota sudah tidak boleh lagi menggunakan TPA open dumping. “Ke depannya, penilaian Adipura akan ditekankan pada perubahan iklim, pengelolaan hutan (upaya mengurangi kebakaran), serta pengelolaan tambang,” tuturnya.

    Juru bicara Pemerintah Kota Surabaya, Muhamad Fikser, menuturkan kebersihan Kota Surabaya itu menjadi bagian dari budaya dan gaya hidup masyarakat Surabaya. Menurut dia, masyarakat punya tingkat partisipasi yang tinggi untuk ikut menjaga lingkungan. "Adipura Kencana ini apresiasi untuk warga Surabaya yang telah ikut membantu dan mendukung program-program pemkot," katanya kepada Tempo.

    Penghargaan ini, ujar Fikser, akan diarak mengelilingi Kota Surabaya besok, Selasa, 24 November 2015. Arak-arakan itu akan start dari Korem 084/Bhaskara Jaya-Jalan Ahmad Yani-Jalan Basuki Rahmat-Jalan Gubernur Suryo-Jalan Yos Sudarso dan finis di Balai Kota Surabaya, Jalan Taman Surya Nomor 1.

    MOHAMMAD SYARRAFAH


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Sebab dan Pencegahan Kasus Antraks Merebak Kembali di Gunungkidul

    Kasus antraks kembali terjadi di Kabupaten Gunungkidul, DI Yogyakarta. Mengapa antraks kembali menjangkiti sapi ternak di dataran tinggi tersebut?