Minggu, 22 September 2019

Lembaga Adat Riau Minta Polisi Usir Kader HMI Perusuh  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ribuan kader HMI Sulselbar menutup pintu masuk Pelabuhan Soekarno Hatta Pelindo IV, Makassar, 17 November 2015. Mereka memaksa masuk ke pelabuhan untuk diberangkatkan menuju Riau, tempat pelaksanaan Kongres HMI ke-29. TEMPO/Fahmi Ali

    Ribuan kader HMI Sulselbar menutup pintu masuk Pelabuhan Soekarno Hatta Pelindo IV, Makassar, 17 November 2015. Mereka memaksa masuk ke pelabuhan untuk diberangkatkan menuju Riau, tempat pelaksanaan Kongres HMI ke-29. TEMPO/Fahmi Ali

    TEMPO.COPekanbaru - Ketua Harian Lembaga Adat Melayu Riau Al Azhar meminta aparat penegak hukum mengusir rombongan liar kader Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) dari Pekanbaru. Menurut dia, masyarakat Riau merasa diteror dengan aksi anarkistis yang terus terjadi sejak kedatangan rombongan itu untuk mengikuti kongres HMI.

    "Perbuatan mereka tidak beradat. Meraja-raja di kampung raja. Menghulu-hulu di kampung penghulu. Rombongan liar sama dengan lanun," kata Azhar kepada Tempo, Senin, 23 November 2015.

    Menurut Azhar, masyarakat merasa terhina dan sempat berniat membalas perlakuan para kader HMI tersebut. Azhar mengatakan tidak ada alasan pembenaran bagi perilaku anarkistis mahasiswa tersebut. "Dalam budaya kami di Riau, perbuatan mereka itu tidak beradat," ujarnya.

    Azhar tidak mempersoalkan Kongres HMI ke-29 digelar di Pekanbaru sepanjang dinamika di ruang kongres berjalan santun. Apalagi tema besar kongres mahasiswa mengangkat strategi kebudayaan. "Asalkan menghasilkan keputusan serta rekomendasi strategis untuk penyelesaian berbagai krisis di negara ini, terutama krisis akhlak dan kebudayaan," tuturnya.

    Kongres HMI ke-29 di Pekanbaru sejak awal menimbulkan polemik di tengah masyarakat. Acara yang berlangsung pada 22-26 November itu mendapat kucuran dana dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Riau sebesar Rp 3 miliar. Hal itu mendapat pertentangan dari masyarakat.

    Rombongan kader HMI dari berbagai daerah juga disebut melakukan tindakan anarkistis, seperti tidak membayar makan di sebuah restoran di Indragiri Hulu, melakukan perusakan fasilitas umum, hingga merusak mobil dinas polisi.

    Bahkan polisi harus memberi makan hampir 2.000 kader HMI yang telantar untuk mengurangi risiko kerusuhan. Ketua pelaksana kongres Fatharyanto belum dapat dikonfirmasi. Telepon maupun pesan pendek yang dikirim Tempo tak berbalas.

    RIYAN NOFITRA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Imam Nahrawi Diduga Terjerat Dana Hibah

    Perkara dugaan korupsi Menteri Pemuda dan Olahraga Imam Nahrawi bermula dari operasi tangkap tangan oleh Komisi Pemberantasan Korupsi pada 18 Desembe