Prabowo: Ajudan Fadli Zon Lebih Banyak daripada Saya  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ketua Umum DPP Partai Gerindra Prabowo Subianto, melambaikan tangan sebelum menjenguk Mantan Menteri Agama Suryadharma Ali di Rutan Guntur, Jakarta, 4 Juni 2015. TEMPO/Eko Siswono Toyudho

    Ketua Umum DPP Partai Gerindra Prabowo Subianto, melambaikan tangan sebelum menjenguk Mantan Menteri Agama Suryadharma Ali di Rutan Guntur, Jakarta, 4 Juni 2015. TEMPO/Eko Siswono Toyudho

    TEMPO.CO, Padang - Ketua Umum Partai Gerakan Indonesia Raya Prabowo Subianto menguji bahasa Minang Wakil Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Fadli Zon saat kampanye akbar pasangan calon Gubernur dan Wakil Gubernur Sumatera Barat Irwan Prayitno-Nasrul Abit di Lapangan Hijau Imam Bonjol, Padang.

    Baca juga:

    Setelah Ketemu Prabowo, Setyo Novanto di Atas Angin?
    Mengharukan: Masjid Dirusak, Bocah Ini Bantu Pakai Celengan

    Menurut Prabowo, Fadli Zon yang berasal dari Sumatera Barat sudah lama merantau ke Jawa. Ini yang membuat Prabowo kurang yakin Fadli Zon masih lancar berbahasa Minang.

    "Masih bisakah kau bahasa Minang? Coba sedikit kau kasih bahasa Minang," kata Prabowo kepada Fadli Zon dalam kampanye pada Ahad, 22 November 2015, tersebut. 

    Fadli Zon lantas segera mengambil mikrofon. Ia menyapa ribuan warga yang ikut kampanye akbar itu dengan berbahasa Minang. "Ba a kaba? Lai sehat? (Apa kabar? Adakah sehat)," ucapnya.

    Prabowo langsung menanggapi aksi anak buahnya itu. Mantan Komandan Jenderal Koppasus TNI Angkatan Darat itu menuturkan sebenarnya hanya itu yang bisa Fadli Zon ucapkan dalam bahasa Minang.

    Menurut Prabowo, Fadli Zon telah mengikutinya selama 20 tahun lebih. Saat itu dia masih muda. "Dia anak buah saya. Lambat laun, dia menyalip saya. Sekarang ajudannya lebih banyak daripada saya," ujarnya di hadapan ribuan peserta kampanye akbar pasangan Irwan Prayitno-Nasrul Abit.

    ANDRI EL FARUQI

    Baca juga:

    Di Balik Heboh Setya  Novanto: 3 Hal Penting yang Perlu Anda Tahu

    Segera Dipanggil Mahkamah, Ini Sederet Jerat Setya Novanto  

     


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Proyek Infrastruktur, 17 Kepala Daerah Ditangkap dalam 2 Tahun

    Sejak berdiri pada 2002 hingga sekarang, Komisi Pemberantasan Korupsi telah menangkap 121 kepala daerah terkait kasus proyek infrastruktur.