Wisata Bawah Laut Menjadi Primadona di Lombok Utara  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • TEMPO.CO, Mataram - Keindahan alam bawah laut di Kabupaten Lombok Utara semakin menarik perhatian wisatawan asing. Berdasarkan data Badan Promosi Pariwisata Daerah (BPPD) Lombok Utara, sebanyak 75 persen wisatawan mancanegara yang berkunjung ke tempat itu mendatangi lokasi wisata bawah laut. Di antaranya berada di Gili Matra, Gili Indah, Gili Trawangan, Gili Meno, dan Gili Air. “Keindahan alam bawah laut di sini unik sehingga memikat wisatawan,” kata Kepala BPPD Lombok Utara Rifai R. Rombak, Ahad, 22 November 2015.
     
    Menurut Rifai, pada 2014, untuk snorkeling diikuti 290.014 wisatawan mancanegara. Sedangkan jumlah wisatawan lokal sebanyak 23.695 orang. Sementara untuk menyelam diikuti 62.827 orang. Jumlah itu sudah termasuk wisatawan lokal. “Menyelam masih sedikit karena membutuhkan keahlian khusus," katanya.

    Irfan, operator kapal wisata, mengatakan wisata snorkeling yang menjadi favorit berada di perairan Gili Air dan Gili Meno. Tarif snorkeling Rp 100 ribu dan untuk penyelaman Rp 750 ribu per orang.

    Menurut Ketua Pusat Penelitian Pesisir dan Lautan Universitas Mataram Imam Bachtiar, perairan wisata selam Gili Indah memiliki luas sekitar 3.000 hektare. Jarak pandang bisa mencapai 30 meter karena airnya sangat jernih. "Apalagi, selama penyelaman di sana mudah ditemukan penyu," katanya.

    Di Gili Indah terdapat ribuan jenis ikan dan 450 jenis karang, terutama karang biru (Heliopora courulea) dan Anacropora. Semuanya tersebar di 25 titik penyelaman di sekeliling Gili Matra.

    Diperkirakan, setiap hari ada 500 wisatawan yang datang ke Lombok Utara langsung dari Bali. Mereka menggunakan sekitar 18 kapal cepat. Kedatangan wisatawan ini menghasilkan pajak hotel dan restoran ke pemerintah Lombok Utara sebesar lebih Rp 35 miliar setahun.

    Wisata di kawasan Gili Indah dihidupkan oleh penduduk setempat sejak 30 tahun lalu. Lokasi paling ramai yang dikunjungi wisatawan adalah Gili Trawangan yang memiliki luas 360 hektare. Sebelumnya, 1974, kawasan itu dikelola untuk perkebunan kelapa tapi gagal. Semula digarap PT Generasi Jaya seluas 110 hektare di sebelah timur utara dan PT Rinta seluas 100 hektare di sebelah timur selatan. Sekitar 100 hektare di sebelah barat utara disiapkan untuk masyarakat. Sedangkan 60 hektare di sebelah barat selatan berupa bukit.

    SUPRIYANTHO KHAFID


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Imam Nahrawi Diduga Terjerat Dana Hibah

    Perkara dugaan korupsi Menteri Pemuda dan Olahraga Imam Nahrawi bermula dari operasi tangkap tangan oleh Komisi Pemberantasan Korupsi pada 18 Desembe