BNN Gerebek Tempat Hiburan di Hotel Novena Bone

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi. rawstory.com

    Ilustrasi. rawstory.com

    TEMPO.CO, Watampone - Sekitar 50 personil gabungan dari Badan Narkotika Provinsi Sulawesi Selatan dan Brimbob Polda Sulawesi Selatan dan Barat, Minggu dinihari, 22 November 2015, sekitar pukul 02.00 Wita, melakukan penggerebekan di Executive Lounge yang ada dalam Hotel Novena di Jalan Ahmad Yani, Kelurahan Jeppe'e, Kecamatan Tanete Riattang Barat, Kabupaten Bone.

    Berdasarkan informasi yang dihimpun Tempo, sekitar 120 orang pengunjung yang berada dalam ruang, yang juga digunakan sebagai diskotik, itu tampak panik dan berupaya meloloskan diri. Namun mereka dikepung dan diminta tetap berada di tempat duduknya masing-masing.

    Dalam ruang itu juga terdapat sejumlah anggota Polres Bone dari beberapa satuan, dua orang jaksa dari Kejaksaan Negeri Bone dan seorang anggota TNI dari Korem 141 Toddopuli. Sempat terjadi ketegangan ketika anggota Polres Bone beradu mulut dengan anggota Brimob Polda Sulselbar.

    Berselang beberapa saat, petugas memanggil pengunjung satu persatu. Mereka diharuskan menjalani tes urine di sebuah ruang. Hasilnya, anggota Polres Bone, jaksa dan anggota TNI, tidak terbukti mengkonsumsi narkoba, karena tes urinenya negatif.

    Sedangka sembilan orang lainnya dinyatakan positif mengkonsumsi narkoba yang mengandung zat methamfetamin. Tiga di antaranya disebut-sebut sebagai pramuria di tempat hiburan malam itu. Mereka berusia 17 hingga 30 tahun.

    Kepala Bidang Pemberantasan dan Pencegahan BNP Sulawesi Selatan Ajun Komisaris Besar Rosna mengatakan anggota kepolisian, jaksa, maupun TNI, yang terjaring dalam penggerebekan itu akan dilaporkan kepada institusinya masing-masing guna diberikan sanksi. Mereka bisa dinilai bersalah karena berada di tempat hiburan malam.

    Adapun terhadap sembilan orang yang tes urinenya dinyatakan positif menggunakan narkoba akan menjalani pemeriksaan lebih lanjut di Badan Narkotika Kabupaten Bone. Mereka juga akan diselidiki apakah termasuk pengguna tahap awal, tahap berlanjut, atau sudah kecanduan. “Yang masih tergolong pengguna tahap awal akan kami rawat melalui rehabilitasi,” kata Rosna kepada Tempo.

    Menurut Rosna, BNP Sulawesi Selatan saat ini sedang gencar melakukan razia melalui penggerebekan di tempat-tempat yang rawan terjadi transaksi narkotika. Dia menyebutkan selama 2015 sekitar 1.300 orang menjalani rehabiltasi.

    Kepala Polres Bone Ajun Komisaris Besar Juliar Kus Nugroho mengatakan meski tidak seorangpun anggotanya yang tes urinenya positif, tetap dilakukan pemeriksaan terkait keberadaan mereka di tempat hiburan malam. “Sebenarnya kami sudah mengawasi seluruh anggota Polres agar tidak melakukan tindakan yang melanggar kode etik sebagai polisi,” ujarnya.

    Kepala Seksi Pemeriksa Kejaksaan Negeri Watampone Andi Syahriawan mengatakan baru mendapat informasi ihwal dua orang jaksa berada di lokasi penggerebekan. Seorang di antaranya berinisial AZ. Itu sebabnya dia belum bersedia memberikan penjelasan. “Kepala Kejaksaan yang akan memberikan penjeasan,” ucapnya.

    Ketua Gerakan Anti Narkoba (Granat) Sulawesi Selatan Tajuddin mengapresiasi penggerebekan yang dilakukan aparat BNP dan Brimob Polda. “Kami berharap razia terus dilakukan di daerah-daerah lainnya,” tuturnya.

    ANDI ILHAM


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Kepolisian Menetapkan Empat Perusahaan Tersangka Kasus Karhutla

    Kepolisian sudah menetapkan 185 orang dan empat perusahaan sebagai tersangka karena diduga terlibat peristiwa kebakaran hutan dan lahan atau karhutla.