Rombongan HMI 21 Bus Mampir di Restoran, Makan, Lalu Kabur

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ribuan kader HMI Sulselbar menutup pintu masuk Pelabuhan Soekarno Hatta Pelindo IV, Makassar, 17 November 2015. Mereka memaksa masuk ke pelabuhan untuk diberangkatkan menuju Riau, tempat pelaksanaan Kongres HMI ke-29. TEMPO/Fahmi Ali

    Ribuan kader HMI Sulselbar menutup pintu masuk Pelabuhan Soekarno Hatta Pelindo IV, Makassar, 17 November 2015. Mereka memaksa masuk ke pelabuhan untuk diberangkatkan menuju Riau, tempat pelaksanaan Kongres HMI ke-29. TEMPO/Fahmi Ali

    TEMPO.CO, Pekanbaru - Seorang pemilik restoran di Kabupaten Indragiri Hulu, Riau, mengalami kerugian Rp 12 juta setelah serombongan penumpang bus makan di restorannya tanpa membayar. Diduga rombongan itu adalah anggota Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) yang akan mengikuti Kongres ke-29 di Pekanbaru. "Sebab di busnya ada tulisan 'rombongan HMI'," kata Kepala Kepolisian Resor Indragiri Hulu, Ajun Komisaris Besar, Ary Wibowo, saat dihubungi Tempo, Ahad, 22 November 2015.

    Ary mengatakan, restoran yang didatangi rombongan itu adalah Rumah Makan Umega di Desa Kota Lama, Rengat. Pemilik restoran memperkirakan rombongan itu berjumlah ribuan. "Habis makan mereka langsung kabur, dan tidak mau membayar," kata Ery mengulangi keterangan pemilik rumah makan.

    Baca juga:

    Setelah Ketemu Prabowo, Setyo Novanto di Atas Angin?
    Mengharukan: Masjid Dirusak, Bocah Ini Bantu Pakai Celengan

    Menurut Ary, peristiwa terjadi pada Sabtu siang. Sebanyak 21 bus berhenti di warung Rumah Makan Umega untuk makan siang. Setelah mereka selesai makan, pemilik restoran bingung karena tidak ada yang datang ke kasir untuk melunasi bayaran.

    Pemilik rumah makan akhirnya berusaha menagih dengan menyodorkan struk tagihan sebesar Rp 13,2 juta kepada salah satu anggota rombongan. Bukannya melunasi tagihan, orang tersebut malah mencak-mencak dengan alasah harga makanan terlalu mahal. "Saat koordinatornya masih mengurus pembayaran, 20 bus sudah kabur duluan," kata Ary. "Koordinator hanya menyerahkan uang Rp 1,2 juta, jadi masih utang Rp 12 juta."

    Setelah rombongan pergi, pemilik rumah makan segera melapor ke kepolisian. Tetapi polisi tidak sempat memproses lantaran rombongan sudah jauh. "Mereka sudah di Pelalawan, kami tidak mungkin bisa mengejar mereka," ujar Ary.

    Ary akhirnya memutuskan untuk berkoordinasi dengan Kepolisian Resor Kota Pekanbaru. "Biar nanti Polisi Pekanbaru berkoordinasikan dengan panitia kongres," katanya.

    Baca juga: Rekan 'Mama Minta Pulsa' Geng Pemalsu Ijazah: Ini Tarifnya

    Ketika dihubungi terpisah pada Senin, 23 November 2015, Panitia Kongres ke-29 HMI mengatakan, kekurangan uang makan oleh rombongan anggota HMI di sebuah restoran, telah dibayarkan oleh alumni. "Sudah dibayarkan KAHMI (Korps Alumni HMI)," kata Dhihram Tenrisau, bagian hubungan media Kongres HMI, lewat telepon.

    Dhihram mengatakan rombongan HMI itu sulit diketahui asalnya karena sudah bergabung sejak di Jakarta dan berangkat bersama-sama ke Pekanbaru. Ia menambahkan, atas kejadian ini, panitia dan Ketua Umum Pengurua Besar HMI berusaha untuk membenahi supaya peristiwa ini tidak terjadi lagi di kemudian hari.

    Kongres HMI di Pekanbaru mendapat sorotan karena menggunakan dana Rp 3 miliar yang berasal dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah Riau. Alokasi anggaran itu diambil dari mata anggaran bantuan sosial.  Anggaran itu lebih besar dibanding dana yang dikucurkan untuk pencegahan kebakaran hutan dan lahan di Riau yang hanya Rp 1,4 miliar.

    RIYAN NOFITRA

    Keterangan: Berita ini telah dilengkapi konfirmasi segera setelah redaksi menerima penjelasan dari Panitia Kongres HMI . Baca penjelasan lengkap Pantia Kongres HMI di sini.

    Baca juga:
    Selingkuh Bisnis-Politik Soal Freeport: Begini Nasib Setyo Novanto
    Setya Novanto Didesak Mundur: Bila Tak Mau, Ada Ancamannya


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Tingkat Kepuasan Kinerja dan Catatan Baik Buruk 5 Tahun Jokowi

    Joko Widodo dilantik menjadi Presiden RI periode 2019 - 2024. Ada catatan penting yang perlu disimak ketika 5 tahun Jokowi memerintah bersama JK.