Kongres Himpunan Mahasiswa Islam Rusuh, Ini Tanggapan KAHMI  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Polisi mengamankan seorang kader HMI saat terlibat bentrok di depan pintu masuk Pelabuhan Soekarno Hatta Pelindo IV, Makassar, 17 November 2015. Mereka memaksa masuk ke pelabuhan untuk diberangkatkan menuju Riau, tempat pelaksanaan Kongres HMI ke-29. TEMPO/Fahmi Ali

    Polisi mengamankan seorang kader HMI saat terlibat bentrok di depan pintu masuk Pelabuhan Soekarno Hatta Pelindo IV, Makassar, 17 November 2015. Mereka memaksa masuk ke pelabuhan untuk diberangkatkan menuju Riau, tempat pelaksanaan Kongres HMI ke-29. TEMPO/Fahmi Ali

    TEMPO.CO, Jakarta - Presidium Majelis Nasional Korps Alumni Himpunan Mahasiswa Islam (KAHMI) Viva Yoga Mauladi menyayangkan aksi blokade jalan yang dilakukan para kader HMI di Pekanbaru, Sabtu, 21 November 2015, malam. "Sebaiknya jangan terulang. Mari kita tunjukkan bahwa kader HMI adalah kaum intelektual, progresif, dan independen," katanya lewat pesan pendek, Minggu, 22 November 2015.

    Viva Yoga mengatakan panitia pelaksana kongres harus memperhatikan seluruh kader HMI, baik peserta, peninjau, maupun penggembira kongres. Ia juga menjelaskan, kongres itu milik semua kader sebagai instansi pengambilan keputusan tertinggi di organisasi.

    "Kader HMI harus memberi keteladanan dalam hidup berdemokrasi karena HMI berdiri sejak 5 Februari 1947," ujar anggota Dewan Perwakilan Rakyat dari Komisi Pertanian (IV) ini. Yoga juga merupakan Ketua Umum HMI cabang Denpasar periode 1992-1993.

    HMI menggelar kongres di Pekanbaru. Pembukaan diadakan hari ini, Minggu, 22 November 2015. Acara tersebut dihadiri Wakil Presiden Jusuf Kalla bersama pengurus KAHMI, Mahfud Md.

    Kongres HMI ke-29 di Pekanbaru sejak awal menimbulkan polemik. Acara yang berlangsung pada 22-26 November itu mendapat kucuran dana dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah Riau sebesar Rp 3 miliar.

    Forum Indonesia untuk Transparansi Anggaran (Fitra) Riau menyebutkan anggaran sebesar itu tidak patut dikucurkan pemerintah daerah hanya untuk acara mahasiswa. Bahkan lebih besar daripada anggaran penanganan bencana kabut asap di Riau yang hanya Rp 1,4 miliar.

    Ribuan peserta kongres juga mengamuk di Jalan Jenderal Sudirman, Pekanbaru pada Sabtu malam. Massa ini marah lantaran tidak disediakan penginapan dan akomodasi oleh panitia penyelenggara Kongres HMI ke-29 di Pekanbaru.

    "Mereka merasa tidak disambut baik oleh panitia," kata warga Pekanbaru, Zuhdi Febryanto, yang menyaksikan keributan tersebut, Minggu, 22 November 2015.

    REZKI ALVIONITASARI | RIYAN NOFITRA

    Baca juga:
    Di Balik Heboh Setya  Novanto: 3 Hal Penting yang Perlu Anda Tahu
    Segera Dipanggil Mahkamah, Ini Sederet Jerat Setya Novanto  


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Wiranto Ditusuk Seseorang yang Diduga Terpapar Radikalisme ISIS

    Menkopolhukam, Wiranto ditusuk oleh orang tak dikenal yang diduga terpapar paham radikalisme ISIS. Bagaimana latar belakang pelakunya?