Lupa Kata Sandi? Klik di Sini

atau Masuk melalui

Belum Memiliki Akun Daftar di Sini


atau Daftar melalui

Sudah Memiliki Akun Masuk di Sini

Konfirmasi Email

Kami telah mengirimkan link aktivasi melalui email ke rudihamdani@gmail.com.

Klik link aktivasi dan dapatkan akses membaca 2 artikel gratis non Laput di koran dan Majalah Tempo

Jika Anda tidak menerima email,
Kirimkan Lagi Sekarang

Polres Makassar Telantarkan Kasus Kekerasan terhadap Jurnalis

Editor

Agung Sedayu

image-gnews
TEMPO/Machfoed Gembong
TEMPO/Machfoed Gembong
Iklan

TEMPO.CO, Makassar - Lembaga Bantuan Hukum Pers Makassar dan Koalisi Jurnalis Makassar mendesak kepolisian menuntaskan kasus kekerasan jurnalis saat meliput unjuk rasa mahasiswa Universitas Negeri Makassar pada 13 November 2014. Dalam peristiwa unjuk rasa yang diwarnai bentrokan itu, empat jurnalis menjadi korban kekerasan aparat. Setahun berlalu, penanganan kasus itu mangkrak kendati sudah ada dua polisi yang ditetapkan sebagai tersangka.

Direktur LBH Pers Makassar Fajriani Langgeng mempertanyakan lambannya penanganan kasus tersebut. Padahal pihaknya telah membantu kepolisian dalam pengumpulan barang bukti berupa video, foto, dan keterangan saksi. "Tidak ada perkembangan signifikan proses penyidikan kasus yang telah berproses selama setahun itu," katanya di Sekretariat LBH Makassar, Minggu, 22 November. "Kepolisian tidak profesional."

Kasus kekerasan jurnalis ditangani Kepolisian Resor Kota Besar Makassar. Empat jurnalis yang menjadi korban melaporkan peristiwa itu. Keempatnya adalah Ikhsan Arham (fotografer Harian Rakyat Sulsel), Iqbal Lubis (fotografer Koran Tempo Makassar), Ikrar (jurnalis Celebes TV), dan Vincent Waldy (jurnalis Metro TV). Adapun dua tersangka berasal dari Satuan Brimob Kepolisian Daerah Sulawesi Selatan dan Barat, yakni Bripda FA dan Bripda YP.

Dalam perkembangannya, penanganan kasus ini mandek dengan pelbagai alasan. Fajriani menyebutkan para penyidik kasus itu berdalih belum merampungkan pemberkasan karena terhambat keterangan saksi dan saksi ahli. Padahal semua hal itu sudah sempat ia koordinasikan. Fajriani khawatir ada upaya kepolisian melindungi tersangka dengan cara terus mengulur waktu sampai batas penanganan kasus tersebut dinyatakan kedaluwarsa.

Staf Advokasi LBH Pers Makassar, Anggareksa, menambahkan, mangkraknya penanganan kasus kekerasan terhadap jurnalis ini lantaran polisi terkesan setengah hati menuntaskan perkara yang melibatkan oknum aparat. "Tidak ada itikad baik kepolisian untuk menyelesaikan perkara tersebut. Permasalahannya ada pada kemauan yang sampai sekarang tidak terlihat," ucap Anggareksa, yang berharap pimpinan kepolisian daerah ini segera turun tangan.

Selain tindak pidana, penanganan kasus kekerasan terhadap jurnalis diproses melalui sidang kode etik dan disiplin. Sayangnya, penanganannya pun dianggap tidak serius. Sejauh ini, cuma Bripda FA yang telah divonis bersalah. Bripda FA dijatuhi hukuman berupa penempatan dalam tempat khusus selama 21 hari dan penundaan mengikuti pendidikan selama satu tahun. Adapun proses sidang disiplin dan kode etik Bripda YP serta puluhan polisi lainnya sampai sekarang tidak jelas.

Iklan
Scroll Untuk Melanjutkan

Juru bicara Koalisi Jurnalis Makassar, Ridwan Marzuki, mengatakan semestinya sidang disiplin dan kode etik itu menjadi acuan untuk memperkuat indikasi pidana yang dilakukan oknum polisi. KJM ditegaskannya terus mendorong proses pemidanaan oknum polisi itu agar memberi efek jera sehingga tidak lagi ada jurnalis ataupun masyarakat yang menjadi korban kekerasan aparat. "Jangan karena pelakunya polisi sehingga dilindungi."

Ridwan menilai proses penyidikan kasus kekerasan jurnalis terlalu lamban. Kepolisian pun disinyalir bersikap tidak profesional dan transparan. Musababnya, penyidik Korps Bhayangkara tidak pernah lagi menyampaikan progres penanganan perkara, seperti melayangkan surat pemberitahuan perkembangan hasil penyidikan kepada para korban ataupun tim advokasi.

Juru bicara Polrestabes Makassar, Komisaris Andi Husnaeni, membantah bahwa kepolisian tidak profesional. Penetapan tersangka terhadap dua oknum polisi adalah bukti bahwa pihaknya tidak melindungi aparat bila melakukan tindak pidana. Disinggung soal belum tuntasnya pemberkasan kasus itu, Husnaeni berdalih belum mengetahui persis kendalanya dari pihak penyidik reserse kriminal.

"Kami selalu bertindak profesional dan transparan. Tidak mungkin kami menutupi atau melindungi anggota kepolisian bila memang melakukan kesalahan. Kalau soal perkembangan penyidikan, saya belum monitor ke penyidiknya," ucapnya.

TRI YARI KURNIAWAN

Iklan



Rekomendasi Artikel

Konten sponsor pada widget ini merupakan konten yang dibuat dan ditampilkan pihak ketiga, bukan redaksi Tempo. Tidak ada aktivitas jurnalistik dalam pembuatan konten ini.

 

Video Pilihan

5 Hari Lebaran, Polisi Catat Ada 1.370 Kecelakaan dan 200 Orang Tewas

1 hari lalu

Kakorlantas Polri Irjen Aan Suhanan meninjau lokasi kecelakaan bus Rosalia Indah di KM 370 Tol Semarang-Batang, Jawa Tengah, Kamis, 11 April 2024. Dok. Korlantas Polri
5 Hari Lebaran, Polisi Catat Ada 1.370 Kecelakaan dan 200 Orang Tewas

Korlantas Polri mencatat ada ribuan kecelakaan lalu lintas selama 5 hari Lebaran. Dari jumlah total itu ada ratusan nyawa terenggut.


Pemerintah Diminta Tak Bebankan Penyelesaian Konflik Papua Hanya pada TNI dan Polri

1 hari lalu

Ilustrasi TNI. ANTARA
Pemerintah Diminta Tak Bebankan Penyelesaian Konflik Papua Hanya pada TNI dan Polri

Pemerintah harus menyelesaikan masalah di Papua dengan cara-cara yang komprehensif dan lintas sektor.


Bentrok TNI AL Vs Brimob di Sorong Berakhir Damai, Patroli Bersama Digalakkan Usai Baku Pukul

1 hari lalu

Kapolda Papua Barat bersama pimpinan TNI memberikan keterangan pres terkait kasus bentrok antara personel TNI AL dan anggota Brimob di Polresta Sorong Kota, Ahad, 14 April 2024. Foto: ANTARA/Yuvensius Lasa Banafanu
Bentrok TNI AL Vs Brimob di Sorong Berakhir Damai, Patroli Bersama Digalakkan Usai Baku Pukul

Pasca-bentrokan antara Brimob dan TNI AL di Pelabuhan Sorong, diketahui sebelumnya di beberapa daerah di Indonesia, konflik serupa pernah terjadi.


Bentrok TNI Vs Brimob di Sorong, Kapolda Papua: Masalah Sepele, Perkelahian Antaroknum

1 hari lalu

Kapolda Papua Irjen Mathius D Fakhiri berjalan usai mengikuti rapat koordinasi terkait kondisi terkini di Papua pasca penangkapan Gubernur non aktif Lukas Enembe, di gedung KPK, Jakarta, Selasa, 7 Februari 2023. Berdasarkan hasil rapat tersebut, Ketua KPK Firli Bahuri mengatakan bahwa kondisi Papua aman dan damai pascapenangkapan Lukas Enembe. TEMPO/Imam Sukamto
Bentrok TNI Vs Brimob di Sorong, Kapolda Papua: Masalah Sepele, Perkelahian Antaroknum

Kapolda Papua Irjen Mathius D. Fakhiri mengatakan bentrok TNI Vs Brimob di Sorong tak menganggu kondisi keamanan Papua secara keseluruhan.


Imbas Perang Iran-Israel terhadap Ekonomi Indonesia

2 hari lalu

Imbas Perang Iran-Israel terhadap Ekonomi Indonesia

Serangan balasan Iran terhadap Israel meningkatkan eskalasi konflik di Timur Tengah. Ketegangan ini menambah beban baru bagi ekonomi Indonesia.


Bentrok TNI AL dan Brimob di Sorong, Pengamat Singgung Cara Pandang Keliru tentang Jiwa Korsa

2 hari lalu

Suasana di Kota Sorong saat TNI AL bentrok dengan Brimob Polri. TEMPO/Istimewa
Bentrok TNI AL dan Brimob di Sorong, Pengamat Singgung Cara Pandang Keliru tentang Jiwa Korsa

Menurut Al Araf, TNI dan Polri harus mengubah pola pikir tentang jiwa korsa untuk menghentikan bentrok TNI vs Polri yang kerap terjadi.


Kasatgas Operasi Damai Cartenz Bantah Pernyataan Jubir TPNPB-OPM soal Pengerahan TNI-Polri

2 hari lalu

Kasatgas Damai Cartenz Kombes Pol. Faizal Rahmadani. ANTARA/Evarukdijati
Kasatgas Operasi Damai Cartenz Bantah Pernyataan Jubir TPNPB-OPM soal Pengerahan TNI-Polri

Kepala Satuan Tugas Operasi Damai Cartenz membantah tudingan adanya pengarahan pasukan gabungan TNI-Polri setelah penembakan Dandim.


Kecelakaan Maut Terjadi di KM 58 Tol Jakarta-Cikampek, Pernah Terjadi Pula Tragedi Unlawful Killing di KM 50

2 hari lalu

Polisi mengevakuasi jenazah korban kecelakaan di Tol Jakarta-CIkampek KM 58, Karawang Timur, Jawa Barat, Senin, 8 April 2024. Kecelakaan yang  melibatkan tiga kendaraan yaitu Bus Primajasa, Grand Max dan Daihatsu Terios tersebut mengakibatkan 12 orang tewas. ANTARA/Awaludin
Kecelakaan Maut Terjadi di KM 58 Tol Jakarta-Cikampek, Pernah Terjadi Pula Tragedi Unlawful Killing di KM 50

Tol Cikampek Kilometer atau KM 50-an kembali menjadi lokasi tragedi. Sebuah kecelakaan maut terjadi di KM 58 Tol Jakarta-Cikampek pada arus mudik lalu


Polri Catat 2.895 Kecelakaan selama Arus Mudik dan Balik Lebaran 2024

3 hari lalu

Kakorlantas Polri Irjen Aan Suhanan bersama Dirut PT Jasa Raharja Rivan Purwantono meninjau lokasi kecelakaan bus Rosalia Indah di KM 370 Tol Semarang-Batang, Jawa Tengah, Kamis, 11 April 2024. Dok. Korlantas Polri
Polri Catat 2.895 Kecelakaan selama Arus Mudik dan Balik Lebaran 2024

Korban meninggal akibat kecelakaan saat arus mudik dan arus balik Lebaran tahun ini mencapai 429 orang.


Puncak Arus Balik, Polisi Catat 58 Ribu Kendaraan Masuki Jakarta

3 hari lalu

Foto udara sejumlah kendaraan arus balik arah Jakarta terjebak kemacetan di Tol Jakarta-Cikampek (Japek), Karawang Timur, Jawa Barat, Senin 15 April 2024. Korlantas Polri memberlakukan contraflow dua lajur pada KM 72 Tol Cipali hingga KM 66 Tol Japek, tiga lajur pada KM 66-47 Tol Japek dan satu lajur pada 47-36 Tol Japek guna memperlancar arus balik Lebaran 2024. ANTARA FOTO/Akbar Nugroho Gumay
Puncak Arus Balik, Polisi Catat 58 Ribu Kendaraan Masuki Jakarta

Berdasarkan data resmi Polri, volume kendaraan yang memasuki Jakarta pada puncak arus balik melalui GT Cikupa Utama mencapai 17.552 unit.