Kronologi Gitaris Geisha, Roby Satria, Dibekuk Terima Ganja

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Roby Satria saat ditemui dalam acara syukuran bebas dari penjara di Jakarta, 3 Juli 2014. TEMPO/Nurdiansah

    Roby Satria saat ditemui dalam acara syukuran bebas dari penjara di Jakarta, 3 Juli 2014. TEMPO/Nurdiansah

    TEMPO.COKuta Utara - Roby Satria, gitaris band Geisha, kembali terjerat kasus narkoba. Pihak Kepolisian Sektor Kuta Utara yang dipimpin langsung oleh Kepala Kepolisian Resor Badung Ajun Komisaris Besar Tony Binsar Marpaung pada Minggu, 22 November 2015, merilis kasus penggunaan ganja oleh gitaris grup Geisha itu.

    Tony Binsar menjelaskan kronologi penangkapan Roby Satria pada Kamis, 19 November 2015, di Hotel Aston, Denpasar. Awalnya, polisi curiga dengan kurir yang akan mengirim barang pesanan untuk Roby Satria.

    “Kurir ini mendapatkan pesanan untuk mengirimkan kepada RS (Roby Satria) yang sudah menunggu di hotel tersebut. Pesanannya diambil di wilayah Kuta Utara. Karena beberapa kali dilakukan pembatalan, dia (polisi) langsung curiga. Kemudian, dia bawa ke Polsek Kuta Utara. Saat itu juga petugas bersama kurir ini menuju hotel, dan ditemukan RS sudah menunggu barang pesanan dan sempat diterima,” kata Tony di Polsek Kuta Utara, Kabupaten Badung, Minggu, 22 November 2015.

    Saat itu, kata dia, Roby Satria panik. Roby berusaha membuang barang bukti yang sudah ia terima berupa daun ganja kering sejumlah 1,46 gram yang dibungkus plastik. Namun upaya tersebut gagal lantaran petugas menangkapnya bersama barang bukti. 

    “RS mengakui barang bukti (ganja) tersebut memang untuk ia terima. RS memesan untuk dipakai sendiri,” ujarnya.

    Tony menjelaskan, Roby Satria memesan daun ganja kering itu lewat salah satu temannya berinisial V. Berdasarkan hasil pemeriksaan pihak kepolisian kepada Roby Satria, diketahui V bukan artis atau teman satu profesi.

    “Perkenalan mereka sebatas teman biasa, sudah sekitar tiga tahun yang lalu. RS berkomunikasi dengan V, dan V menjanjikan barang untuk dikirim ke RS melalui kurir. Kami masih melakukan pencarian V. Ada dua orang, yaitu V dan B. Tapi RS hanya kenal dengan V,” tuturnya. “Alamatnya sudah kami cek tapi sudah kosong dari tempat tinggal yang disewa V dan B.”

    Roby Satria mengaku sedih dan menyesal saat dia untuk kedua kalinya berurusan dengan petugas kepolisian dalam kasus narkoba. Di hadapan sejumlah awak media, Roby menyampaikan permohonan maaf kepada semua pihak yang merasa kecewa atas perbuatannya. Pada 2013, Roby Satria juga pernah terjerat kasus narkoba.

    BRAM SETIAWAN


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Hal Penting di Rengasdengklok Sebelum Proklamasi 17 Agustus 1945

    Satu hari sebelum teks Proklamasi dibacakan, ada peristiwa penting dalam sejarah Indonesia. Kejadian itu dikenal sebagai Peristiwa Rengasdengklok.