Pohon Beringin Dicat Warna-warni, Warga Malang Galang Petisi  

Reporter

Editor

Anton Septian

Sejumlah siswa Sekolah Dasar membawa sejumlah poster saat aksi penggalangan dana untuk korban bencana kabut asap di depan stasiun Kota Malang, Jawa Timur, 16 Oktober 2015. Penggalangan dana dalam bentuk donasi ini dilakukan sebagai bentuk kepedulian terhadap korban kabut asap. TEMPO/Aris Novia Hidayat

TEMPO.CO, Malang - Warga Malang menggalang dukungan petisi online melalui Change.org memprotes Dinas Kebersihan dan Pertamanan yang mengecat pohon beringin. Penggagas petisi, Julia Rachmawati, melayangkan petisi kepada Wali Kota Malang Mochamad Anton serta Kepala Dinas Kebersihan dan Pertamanan Erik Setyo Santoso. "Hentikan pengecatan pohon beringin di Alun-alun," tulis Julia, mengawali petisi.

Sejak diluncurkan dua hari lalu, petisi ini telah ditandatangani 153 pendukung. Julia mengaku, sebagai warga yang lahir dan besar di Malang, Alun-alun Merdeka Malang menyimpan kenangan tersendiri. Pohon beringin rindang yang tumbuh di sekeliling alun-alun merupakan tetenger peradaban dan perubahan Kota Malang.

Pohon beringin juga menjadi saksi bisu sejak zaman kemerdekaan. Sedangkan pengecatan pohon bakal mengganggu pertumbuhan pohon beringin, termasuk menyebabkan kematian secara perlahan-lahan. Hal itu lantaran cat mengandung bahan kimia yang bakal merusak tanaman.

"Alun-alun akan kehilangan kerindangannya. Kembalikan fungsi ekologisnya," ujarnya, Ahad, 22 November 2015. Pengecatan pohon beringin, kata dia, melanggar Peraturan Daerah Kota Malang Nomor 3 Tahun 2003 tentang Taman dan Dekorasi Kota. Dalam Pasal 24 huruf f disebutkan dilarang merusak, membakar, dan menebang pohon yang dikuasai Pemerintah Kota Malang.

Merusak pohon, ujar dia, meliputi menguliti serta memberi bahan berbentuk padat atau cair, sehingga mengakibatkan pohon mati atau kehilangan fungsinya. Ketentuan pidana bagi pelanggar diancam dengan hukuman kurungan selama-lamanya 6 bulan dan denda Rp 5 juta. Dalam konteks Dinas Pertamanan, yakni siapa yang memerintah.

Kepala Dinas Kebersihan dan Pertamanan Kota Malang Erik Setyo Santosi mengatakan kulit pohon dicat berwarna hijau, biru, dan oranye menggunakan pengencer air, sehingga tak merusak tanaman dan akan hilang jika diguyur hujan. Pohon beringin itu dicat untuk uji coba setelah ada keluhan warga soal kawasan taman bermain di bawah pohon beringin yang angker.

Untuk menghilangkan kesan angker, petugas menambah penerangan dan mengecat pohon. Menurut dia, pengecatan bersifat sementara. Cat akan hilang sendiri jika diguyur hujan. Tak semua pohon beringin dicat, hanya pohon yang terdekat dengan taman bermain.

"Pengecatan pohon diadopsi dari sejumlah negara. Tak berbahaya bagi tanaman," ujarnya. Setelah banyak warga yang protes, petugas Dinas Kebersihan dan Pertamanan menghapus cat dengan mesin gerinda. Total sekeliling alun-alun tumbuh 22 pohon berumur ratusan tahun. Pohon beringin tumbuh sejak zaman Hindia Belanda.

Selama ini Dinas Pertamanan merawat pohon dengan mengurangi percabangan untuk menghindari dahan keropos dan rawan ambruk.

EKO WIDIANTO






Menengok Praktik Kesetaraan Gender di SMAN * Kota Malang

28 Oktober 2022

Menengok Praktik Kesetaraan Gender di SMAN * Kota Malang

SMAN 8 Kota Malang adalah salah satu contoh sekolah yang sukses menghilangkan stigma perbedaan gender


6 Tempat Wisata Rekomendasi di Malang, Mau Alam atau Buatan?

19 September 2022

6 Tempat Wisata Rekomendasi di Malang, Mau Alam atau Buatan?

Dari mulai wisata pegunungan, pantai hingga tempat wisata hits, Malang memilikinya.


45 Pelaku Balap Liar Ditangkap Polisi Malang, Perlu Street Race?

22 Agustus 2022

45 Pelaku Balap Liar Ditangkap Polisi Malang, Perlu Street Race?

Pelaku balap liar mendorong motor sejauh 10 km menuju Kantor Polresta Malang Kota. Street race diadakan untuk mengurangi balap liar.


HUT Arema FC ke-35, Begini Rekayasa Jalan Raya di Malang

9 Agustus 2022

HUT Arema FC ke-35, Begini Rekayasa Jalan Raya di Malang

Selain rekayasa lalu lintas, Polresta Malang Kota juga menyiapkan kantong-kantong parkir dalam HUT Arema FC.


Pembalap Formula E Nyck De Vries Asal Belanda Kakeknya Asli Malang

3 Juni 2022

Pembalap Formula E Nyck De Vries Asal Belanda Kakeknya Asli Malang

Nyck De Vries berharap dapat mempertahankan kemenangan dengan kembali berada di podium pada Formula E Jakarta atau Jakarta E-Prix 2022.


Mudik Lebaran Rute Malang - Kediri, Satu Pos Pantau dan Bisa Mampir Beli Durian

1 Mei 2022

Mudik Lebaran Rute Malang - Kediri, Satu Pos Pantau dan Bisa Mampir Beli Durian

Kondisi arus mudik lebaran 2022 dari Malang dan Kota Batu ke wilayah Kabupaten Kediri dan Kabupaten Jombang pada Sabtu, 30 April 2022, tampak normal.


Ngabuburit dan Ibadah di Masjid Agung Jami' Malang, Buka 24 Jam Selama Ramadan

18 April 2022

Ngabuburit dan Ibadah di Masjid Agung Jami' Malang, Buka 24 Jam Selama Ramadan

Simak apa saja kegiatan selama Ramadan di Masjid Agung Jami' Malang, Jawa Timur. Beribadah sekaligus wisata religi.


Ibadah Sekaligus Berwisata di Masjid Agung Jami' Malang Jawa Timur

17 April 2022

Ibadah Sekaligus Berwisata di Masjid Agung Jami' Malang Jawa Timur

Jemaah salat di Masjid Agung Jami' Malang, Jawa Timur, saat ini mencapai 70 persen dari total kapasitas 300-400 orang di lantai satu.


HUT Kota Malang ke-108, Berbagai Versi Daerah ini Disebut Malang

1 April 2022

HUT Kota Malang ke-108, Berbagai Versi Daerah ini Disebut Malang

Hari ini, 1 April 2022, merupakan hari jadi Kota Malang yang ke-108 tahun. Bagaimana daerah ini sisebut Malang?


Harga Mobil Naik Bikin Kota Malang Inflasi, Inilah Detilnya

1 Maret 2022

Harga Mobil Naik Bikin Kota Malang Inflasi, Inilah Detilnya

Selain kenaikan harga mobil komoditas lain yang menyebabkan inflasi 0,18 persen di Kota Malang pada bulan lalu adalah sabun deterjen bubuk cair.