Tak Ikut Jurkam Pasangan Rasiyo-Lucy, Ini Alasan Soekarwo  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Presiden Joko Widodo didampingi Menteri Sosial Khofifah Indar Parawansa, dan Gubernur Jawa Timur Soekarwo saat memimpin upacara peringatan Hari Pahlawan di Tugu Pahlawan, Surabaya, Jawa Timur, 10 November 2015. TEMPO/Aris Novia Hidayat

    Presiden Joko Widodo didampingi Menteri Sosial Khofifah Indar Parawansa, dan Gubernur Jawa Timur Soekarwo saat memimpin upacara peringatan Hari Pahlawan di Tugu Pahlawan, Surabaya, Jawa Timur, 10 November 2015. TEMPO/Aris Novia Hidayat

    TEMPO.COSurabaya - Ketua DPD Partai Demokrat Jawa Timur Soekarwo dipastikan tidak akan menjadi juru kampanye akbar untuk mengkampanyekan pasangan calon Wali Kota dan Wakil Wali Kota Surabaya Rasiyo-Lucy Kurniasari. 

    Soekarwo menyebutkan ada beberapa alasan mengapa dia tidak menjadi juru kampanye untuk pasangan tersebut. "Karena juga sudah diurus oleh tim di Surabaya," kata Soekarwo kepada Tempo, Sabtu, 21 November 2015.

    Alasan yang kedua adalah dia saat ini menjabat sebagai Gubernur Jawa Timur. Dengan demikian, Soekarwo menilai tidak etis jika dia menjadi juru kampanye untuk salah satu pasangan calon.

    Menurut Soekarwo, biarlah saat kampanye akbar nanti Rasiyo dan Lucy yang menjadi “bintang”. Ini agar masyarakat dapat memilih pasangan Rasiyo-Lucy. "Kalau nanti saya juga ikut kampanye, yang jadi bintangnya bukan Pak Rasiyo, malah nanti masyarakat yang akan nyoblos saya," ujarnya sambil berkelakar.

    Ketika ditanya apakah Ketua Umum Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono akan menjadi juru kampanye saat kampanye akbar, Soekarwo belum dapat memastikannya. Menurut dia, adalah hal yang sangat membanggakan jika memang SBY ikut berkampanye untuk pasangan Rasiyo-Lucy. "Kalau misalnya datang, kan, hebat sekali, dan kami pasti sangat bangga." 

    Pasangan Rasiyo-Lucy diusung koalisi Partai Demokrat dan PAN. Pasangan tersebut akan menjadi penantang bagi pasangan calon Wali Kota dan Wakil Wali Kota petahana Tri Rismaharini-Whisnu Sakti Buana, yang diusung PDI Perjuangan.

    EDWIN FAJERIAL


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Hal Penting di Rengasdengklok Sebelum Proklamasi 17 Agustus 1945

    Satu hari sebelum teks Proklamasi dibacakan, ada peristiwa penting dalam sejarah Indonesia. Kejadian itu dikenal sebagai Peristiwa Rengasdengklok.