Ini Agenda Terakhir Jokowi di Kuala Lumpur  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Presiden Indonesia Joko Widodo berbincang dengan Menteri Luar Negeri Retno Marsudi saat ikuti KTT ASEAN ke-27 di Kuala Lumpur, Malaysia, 21 November 2015. REUTERS

    Presiden Indonesia Joko Widodo berbincang dengan Menteri Luar Negeri Retno Marsudi saat ikuti KTT ASEAN ke-27 di Kuala Lumpur, Malaysia, 21 November 2015. REUTERS

    TEMPO.COJakarta - Presiden Joko Widodo mempunyai beberapa agenda penting pada hari terakhir kunjungannya ke Kuala Lumpur, Malaysia. Anggota Tim Komunikasi Presiden, Ari Dwipayana, mengatakan, selain menghadiri penutupan Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) ke-27 ASEAN, ada tiga pertemuan bilateral yang akan dilakukan Jokowi.

    Menurut dia, Jokowi akan menggelar pertemuan dengan Perdana Menteri Vietnam Nguyen Tan Dung, Perdana Menteri Jepang Shinzo Abe, dan Sekretaris Jenderal PBB Ban Ki-moon. Selain itu, ada peringatan 40 tahun ASEAN-Selandia Baru dan penandatanganan “The 2015 Kuala Lumpur Declaration on The Establishment of ASEAN Community & The Kuala Lumpur Declaration on The ASEAN 2025: Forging ahead Together”.

    “Setelah penandatanganan, berturut-turut Presiden Jokowi menghadiri KTT ke-10 Asia Timur, KTT ke-18 ASEAN-Jepang, KTT ke-17 ASEAN-Republik Korea, dan KTT ke-7 ASEAN-PBB,” kata Ari dalam siaran persnya, Ahad, 22 November 2015.

    Jokowi juga akan mengikuti Joint Statement on The Regional Comprehensive Economic Partnership Negotiation. Selanjutnya, pada pukul 18.00 waktu setempat, Jokowi akan menghadiri upacara penutupan KTT ASEAN, yang sekaligus dilakukan penyerahan posisi Ketua ASEAN dari Malaysia kepada Laos.

    Selanjutnya, pada pukul 21.30 waktu setempat atau 20.30 WIB, Jokowi dan Ibu Negara Iriana Joko Widodo direncanakan kembali ke Tanah Air. Mereka diperkirakan tiba di Bandara Halim Perdanakusuma pada pukul 22.30 WIB.

    SETKAB | ANGGA SUKMAWIJAYA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Rencana dan Anggaran Pemindahan Ibu Kota, Ada Tiga Warga Asing

    Proyek pemindahan ibu kota negara ke Kalimantan Timur dieksekusi secara bertahap mulai 2020. Ada tiga warga asing, termasuk Tony Blair, yang terlibat.