Ternyata Luhut Pernah Marahi James Moffet, Bos Freeport

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Luhut Binsar Pandjaitan, Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum dan Keamanan (Menko Polhukam), memberi tanggapan terkait pencatut nama Presiden Joko Widodo di Jakarta, 19 November 2015. Pencatutan ini berkaitan dengan perpanjangan kontrak Freeport Indonesia.  TEMPO/Subekti.

    Luhut Binsar Pandjaitan, Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum dan Keamanan (Menko Polhukam), memberi tanggapan terkait pencatut nama Presiden Joko Widodo di Jakarta, 19 November 2015. Pencatutan ini berkaitan dengan perpanjangan kontrak Freeport Indonesia. TEMPO/Subekti.

    TEMPO.COJakarta - Menteri Koordinator Politik, Hukum, dan Keamanan Luhut Binsar Pandjaitan mengatakan pernah tiga kali didatangi bos Freeport-McMoran, James R. Moffet. Kedatangan Jim Bob, begitu Moffet biasa disapa, agar kontrak Freeport yang berakhir pada 2021 diperpanjang pemerintah Indonesia. 

    "Tiga kali dia datang kepada saya," kata Luhut saat diwawancara Tempo pada Kamis, 19 November 2015. Jim Bob datang dua kali ke Bina Graha saat Luhut masih menjabat Kepala Kantor Staf Presiden. Suatu ketika, Jim Bob datang bersama Duta Besar Amerika Serikat Robert O. Blake ke rumah Luhut di kawasan Kuningan. 

    Luhut berkukuh tak akan memperpanjang kontrak Freeport. Luhut menjelaskan, salah satu sebab persoalan Freeport adalah Undang-Undang tentang Mineral dan Batu Bara. Namun Jim Bob terus-menerus merayunya. Kengototan ini sempat membuat Luhut kesal. "Hai, kau ubah undang-undang di Amerika, kau mau tidak?" ujar Luhut kepada Jim Bob.

    Pekan lalu, Sudirman Said melaporkan Ketua DPR Setya Novanto dan pengusaha Muhammad Riza Chalid ke Mahkamah Kehormatan Dewan. Dalam laporannya, Sudirman menyebut dua orang ini mencatut nama Presiden Joko Widodo dalam perpanjangan kontrak karya Freeport. Pada transkrip yang beredar, nama Luhut Pandjaitan paling banyak disebut dalam perbincangan antara Setya, Riza Chalid, dan bos Freeport Indonesia Maroef Sjamsoeddin.

    Simak wawancara lengkap Luhut Pandjaitan di majalah Tempo edisi 23 November 2015.

    TIM TEMPO

    Baca juga:
    Selingkuh Bisnis-Politik: Akankah Setyo Novanto Terjungkal?
    Setya Novanto Didesak Mundur: Bila Tak Mau, Ada Ancamannya


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Calon Menteri yang Disodorkan Partai dan Ormas, Ada Nama Prabowo

    Presiden Joko Widodo menyatakan bahwa sebanyak 45 persen jejeran kursi calon menteri bakal diisi kader partai.