Tak Disediakan Penginapan di Kongres, Kader HMI Mengamuk  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Massa HMI membajak sebuah truk untuk dijadikan panggung orasi di Pelabuhan Soekarno Hatta Pelindo IV, Makassar, 17 November 2015. Karena tidak mengantongi tiket, massa HMI dihadang petugas. TEMPO/Fahmi Ali

    Massa HMI membajak sebuah truk untuk dijadikan panggung orasi di Pelabuhan Soekarno Hatta Pelindo IV, Makassar, 17 November 2015. Karena tidak mengantongi tiket, massa HMI dihadang petugas. TEMPO/Fahmi Ali

    TEMPO.CO, Pekanbaru - Ribuan kader Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) mengamuk di Jalan Jenderal Sudirman, Pekanbaru, Sabtu malam, 21 November 2015. Massa mahasiswa yang berasal dari Indonesia Timur ini marah lantaran tidak disediakan penginapan dan akomodasi oleh panitia penyelenggara Kongres HMI ke-29 di Pekanbaru.

    "Mereka merasa tidak disambut baik oleh panitia," kata warga Pekanbaru, Zuhdi Febryanto, yang menyaksikan keributan tersebut, Minggu, 22 November 2015.

    Menurut Zuhdi, kerusuhan terjadi sekitar pukul 21.00. Ia mengatakan sempat terjadi kemacetan cukup panjang di jalan protokol itu. Mahasiswa memblokir jalan dan membakar ban bekas di badan jalan. Mahasiswa melampiaskan kemarahan dengan merusak fasilitas umum. Kaca gedung GOR Gelanggang Remaja pecah dilempari batu, begitu juga pagar dan lampu taman dirusak. "Apa yang nampak dirusak oleh mereka," katanya.

    Ketua Nasional Kongres HMI ke-29 Fatharyanto membenarkan sempat terjadi kisruh. Kini, kata dia, persoalan penginapanan dan akomodasi sudah selesai. Dia membantah panitia tidak memberikan pelayanan terhadap kader pengembira kongres yang datang dari daerah. Hanya saja kata dia, panitia beberapa hari ini terfokus penyambutan peserta inti kongres HMI.

    "Pelayanan tetap kami berikan, tadi malam sudah ada titik temu, mereka sudah kita berikan penginapan," katanya.

    Fatharyanto menyebutkan, para kader sudah diinapkan di beberapa hotel dan penginapan. "Kami juga bekerja sama dengan persatuan masyarakat Sulawesi Selatan untuk menampung mereka," ujarnya.

    Kongres HMI ke-29 di Pekanbaru sejak awal menimbulkan polemik. Acara yang berlangsung pada 22 hingga 26 November itu mendapat kucuran Anggaran Pendapatan Belanja Daerah Riau (APBD) Riau sebesar Rp 3 miliar.

    Forum Indonesia Untuk Transparansi Anggaran (FITRA) Riau menyebut anggaran sebesar itu tidak patut dikucurkan pemerintah daerah hanya untuk acara mahasiswa. Bahkan lebih besar dari anggaran penanganan bencana kabut asap di Riau yang hanya Rp 1,4 miliar.

    RIYAN NOFITRA

    Baca juga:
    Di Balik Heboh Setya  Novanto: 3 Hal Penting yang Perlu Anda Tahu
    Segera Dipanggil Mahkamah, Ini Sederet Jerat Setya Novanto  


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Hal Penting di Rengasdengklok Sebelum Proklamasi 17 Agustus 1945

    Satu hari sebelum teks Proklamasi dibacakan, ada peristiwa penting dalam sejarah Indonesia. Kejadian itu dikenal sebagai Peristiwa Rengasdengklok.