Jokowi Teken Perjanjian untuk Tangani Perdagangan Manusia

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Presiden Joko Widodo berbincang dengan Presiden Myanmar Thein Sein jelang melakukan Penandatanganan Upacara Melawan Perdagangan Manusia di ajang KTT ASEAN ke-27 di Kuala Lumpur, Malaysia, 21 November 2015. REUTERS

    Presiden Joko Widodo berbincang dengan Presiden Myanmar Thein Sein jelang melakukan Penandatanganan Upacara Melawan Perdagangan Manusia di ajang KTT ASEAN ke-27 di Kuala Lumpur, Malaysia, 21 November 2015. REUTERS

    TEMPO.CO, Jakarta -Presiden Joko Widodo meneken ASEAN Convention Against Trafficking in Person, Especially Women and Children(ACTIP)  di Plenary Theatre Kuala Lumpur Convention Center. Penandatanganan ini dilakukan dalam rangkaian Konferensi Tingkat Tinggi ASEAN.

    "Usai ditandatangani semua Kepala Negara dan Kepala Pemerintahan ASEAN, dokumen ini diserahkan kepada Sekretaris Jenderal ASEAN," ujar Ari Dwipayana melalui keterangan tertulis yang diterima Tempo, Sabtu, 21 November 2015.

    Dengan ditekennya ACTIP ini maka akan menjadi kerangka hukum yang efektif di kawasan regional untuk mengatasi penjualan manusia. "Tujuan dari ACTIP untuk mencegah dan memerangi penjualan manusia, khususnya wanita dan anak-anak," kata dia.

    ACTIP juga bertujuan melindungi dan membantu korban penjualan manusia untuk mendapatkan kehidupan yang layak dan melakukan kerjasama dengan pihak-pihak terkait untuk mewujudkan tujuan dari ACTIP.

    Isu ini mulai dibahas pada KTT ASEAN ke-18 di Jakarta. Para Pemimpin Negara di kawasan ASEAN saat itu menekankan bahwa korban terbesar dari trafficking in person (penjualan manusia) adalah wanita dan anak-anak, sehingga harus ada dasar hukum yang secara internasional melindungi  dan juga konvensi internasional lainnya

    Pada saat itu para kepala negara dan pemerintahan berjanji mengamankan kejahatan lintas negara. Mereka juga memerintahkan para menteri masing-masing untuk mulai memikirkan ASEAN Convention on Trafficking in Person.

    TIKA PRIMANDARI


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Jokowi Beberkan RAPBN 2020, Tak Termasuk Pemindahan Ibu Kota

    Presiden Jokowi telah menyampaikan RAPBN 2020 di Sidang Tahunan MPR yang digelar pada 16 Agustus 2019. Berikut adalah garis besarnya.