Arti Jihad...Ini Pendapat Menteri Khofifah

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Menteri Sosial Khofifah Indar Parawansa, memberikan keterangan kepada awak media, di Gedung Badan Nasional Penanggulangan Bencana, Jakarta, 28 Oktober 2015. TEMPO/Imam Sukamto

    Menteri Sosial Khofifah Indar Parawansa, memberikan keterangan kepada awak media, di Gedung Badan Nasional Penanggulangan Bencana, Jakarta, 28 Oktober 2015. TEMPO/Imam Sukamto

    TEMPO.CO, Bandung -  Ketua Umum Pengurus Pusat Muslimat Nahdlatul Ulama Khofifah Indar Parawansa angkat bicara soal jihad yang sering dikumandangkan oleh para pelaku terorisme. Menurut Menteri Sosial ini, dalam Al-Quran arti jihad adalah memerangi kemiskinan.

    "Jihad itu kalau dalam Al-Quran mengajarkan kita untuk mengedepankan dan mendahulukan jihad melawan kemiskinan dan pengangguran," kata Khofifah saat ditemui seusai Pelantikan Pengurus Wilayah Muslimat Nahdlatul Ulama Jawa Barat periode 2015-2020 di Lembang, Kabupaten Bandung Barat, pada Sabtu, 21 November 2015.

    Maka, Khofifah melanjutkan, umat Islam di seluruh penjuru dunia sudah seharusnya mengedepankan untuk mencari solusi untuk memberantas kemiskinan. "Kita semua harus jadi bagian ikut menyelesaikan berbagai persoalan penanggulangan kemiskinan dan berbagai persoalan penanggulangan pengangguran," tuturnya. "Karena Quran mengajarkan kita mendahulukan mempriorotaskan jihad dengan harta benda."

    Secara tegas Khofifah pun mengatakan bahwa organisasi Muslimat NU yang berada di bawah kepemimpinannya menolak keras segala bentuk terorisme. Dia mengecam ideologi transnasional terutama yang mengaku bertanggungjawab dari berbagai kasus-kasus terorisme. "Saya ingin menyampaikan bahwa tidak ada urusan radikalisme dan terorisme dengan Islam," kata Khofifah.


    PUTRA PRIMA PERDANA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Hal Penting di Rengasdengklok Sebelum Proklamasi 17 Agustus 1945

    Satu hari sebelum teks Proklamasi dibacakan, ada peristiwa penting dalam sejarah Indonesia. Kejadian itu dikenal sebagai Peristiwa Rengasdengklok.