RS Sardjito: Paku Alam IX Dirawat Sejak Awal November

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Sri Sultan Hamengku Buwono X (kiri) dan Sri Paku Alam IX. TEMPO/Imam Sukamto

    Sri Sultan Hamengku Buwono X (kiri) dan Sri Paku Alam IX. TEMPO/Imam Sukamto

    TEMPO.CO, Yogyakarta - Kepala Bagian Hukum dan Humas Rumah Sakit Umum Pusat Dr Sardjito, Trisno Heru Nugroho, menuturkan, Wakil Gubernur DIY Kanjeng Gusti Pangeran Adipati Aryo (KGPAA) Paku Alam IX dirawat sejak 6 November 2015, sebelum mangkat pada Sabtu sore, 21 November 2015.

    Pihak Dr Sardjito mengumumkan, Paku Alam IX mangkat dalam usia 77 tahun sekitar pukul 15.10 karena sakit tua. "Sejak masuk, beliau langsung ditangani tim khusus," ujar Heru kepada Tempo.

    Heru menuturkan, tim khusus yang menangani Paku Alam IX terdiri lebih dari sepuluh dokter lintas keahlian. Sejak masuk, Paku Alam IX yang menjabat Raja Puro Pakualaman sejak 26 Mei 1999 itu, langsung dibawa ke ruang perawatan very very important person (VVIP) Amarta.

    "Awal pekan ini, tepatnya 16 November, kondisinya terus menurun sehingga dipindahkan ke ruang ICU," ujar Heru.

    Pemilik nama kecil Kanjeng Pangeran Hario Ambarkusumo itu pun mengalami gangguan pernapasan sehingga menggunakan ventilator dalam perawatannya di ICU. Hingga pada Sabtu sore akhirnya dinyatakan meninggal dunia.

    Soal penyakit yang dideritanya, Heru mengatakan merupakan komplikasi yang dipicu menurunkan fungsi-fungsi organ tubuh karena usia. "Macam-macam kalau penyakit tua, sehingga ditangani tim," ujarnya.

    Saat mengembuskan napas terakhir, kata Heru, seluruh kerabat dan keluarga berada di samping almarhum.

    PRIBADI WICAKSONO


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Kerusuhan Manokwari, Bermula dari Malang Menjalar ke Sorong

    Pada 19 Agustus 2019, insiden Kerusuhan Manokwari menjalar ke Sorong. Berikut kilas balik insiden di Manokwari yang bermula dari Malang itu.