Menteri Anies Baswedan: Pekerjaan Guru Tak Bisa Dirupiahkan  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Seorang guru SD menggunakan perahu menuju sekolahya di Pulau Papan, Desa Kadoa, Kabupaten Tojo Una-Una, Sulawesi Tengah, (13/5). TEMPO/Fahmi Ali

    Seorang guru SD menggunakan perahu menuju sekolahya di Pulau Papan, Desa Kadoa, Kabupaten Tojo Una-Una, Sulawesi Tengah, (13/5). TEMPO/Fahmi Ali

    TEMPO.CO, Jakarta - Menteri Pendidikan dan Kebudayaan RI Anies Baswedan menyerahkan penghargaan dan hadiah kepada 99 guru dan tenaga kependidikan berprestasi dan berdedikasi tingkat nasional 2015, di Plaza Insan Berprestasi, gedung Kemdikbud, Sabtu, 21 November 2015.

    Lomba ini diikuti 901 guru dan tenaga kependidikan dari berbagai tingkatan sekolah se-Indonesia. Terdapat 33 kategori, semisal lomba kreativitas guru, lomba karya motivasi guru, lomba guru berprestasi, dan lomba kepala sekolah berprestasi dari berbagai tingkat sekolah.

    Sumarna Surapranata, Direktur Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan Kemendikbud, mengatakan tiap finalis kategori lomba, mendapatkan hadiah mulai dari Rp 5 juta sampai Rp 10 juta. "Kelompok tertentu akan mendapatkan laptop," ujar Sumarna disambut tepuk tangan peserta. Juara tiga lomba mendapat hadiah Rp 20 juta, juara dua Rp 25 juta, dan juara pertama Rp 30 juta.

    Jawa Tengah mengumpulkan juara terbanyak, yakni 20 penghargaan dari berbagai kategori. Guru dan tenaga pendidik dari Jawa Timur, Jawa Barat, dan Daerah Istimewa Yogyakarta juga banyak yang meraih juara.

    Menteri Anies mengingatkan agar para pendidik ini tetap menjaga kemuliaan profesi mereka. "Saya sering menggarisbawahi bahwa apa yang Bapak Ibu kerjakan tidak bisa dirupiahkan. Dan jangan pernah berencana merupiahkan," kata Anies.

    "Jangan pernah mengukur apa yang kita kerjakan dengan rupiah," ujarnya lagi. Menurut Anies, kemuliaan itu ketika dirupiahkan, akan mengalami devaluasi atau penurunan nilai.

    Meski demikian, kata Anies, untuk menjadi sejahtera, guru membutuhkan rupiah. "Saya berharap, berapa pun nilai rupiah yang dititipkan kepada Bapak Ibu (hadiah), lihat ini sebagai amanah," ujarnya. Ia mengimbau agar para guru tak berhenti belajar. Ia meminta mereka menjadi guru-guru yang belajar.

    REZKI ALVIONITASARI


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Hal Penting di Rengasdengklok Sebelum Proklamasi 17 Agustus 1945

    Satu hari sebelum teks Proklamasi dibacakan, ada peristiwa penting dalam sejarah Indonesia. Kejadian itu dikenal sebagai Peristiwa Rengasdengklok.