Lereng Wilis Aman, Tapak Tilas Soedirman Digelar Desember

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Jenderal Soedirman dalam tandu saat memimpin perang gerilya. Sejarah-negara.com

    Jenderal Soedirman dalam tandu saat memimpin perang gerilya. Sejarah-negara.com

    TEMPO.CO, Kediri - Pemerintah Kota Kediri, Jawa Timur, memutuskan tetap menggelar kegiatan tapak tilas rute gerilya Panglima Besar Jenderal Soedirman tahun ini. Kegiatan tahunan ini sempat dievaluasi karena maraknya kebakaran hutan di lereng Gunung Wilis yang menjadi rute gerak jalan tersebut.

    Kepala Dinas Pariwisata Kota Kediri Nurmuhyar memastikan kegiatan tapak tilas Jenderal Soedirman dilaksanakan awal Desember 2015. Kegiatan tahunan yang sebelumnya dilaksanakan setiap November ini terpaksa diundur sambil menunggu situasi lereng Gunung Wilis benar-benar aman.

    MANUVER SETYA NOVANTO
    Catut Nama Jokowi, Setya Novanto Mundur dari DPR, Rupanya...
    Catut Nama Presiden, Inilah Pengusaha Teman Setya Novanto

    "Kami sudah mendapat izin dari Perhutani untuk menggelar acara awal bulan depan,” kata Nurmuhyar kepada Tempo, Sabtu, 21 November 2015. Menurut informasi yang dia dapat, Perhutani memastikan tak ada lagi titik api pada awal Desember lantaran diperkirakan curah hujan di wilayah Gunung Wilis mulai tinggi.

    Hanya saja, Perhutani meminta panitia acara mewaspadai medan licin. Dalam kegiatan tapak tilas ini, setiap peserta diwajibkan menyusuri rute perjalanan Jenderal Soedirman mulai di jalanan beraspal di tengah Kota Kediri hingga memasuki hutan di lereng Gunung Wilis yang berakhir di Desa Bajulan, Loceret, Kabupaten Nganjuk.

    Pada pelaksanaan sebelumnya, panitia mematok jarak 45 kilometer. Penentuan rute didasarkan survei tim pencinta alam dan sejarawan. Seiring perkembangan zaman, rute yang disesuaikan dengan angka tahun kemerdekaan Republik Indonesia itu makin diperpendek hingga 25 kilometer. “Banyak rute yang mulai tak aman,” tutur Nurmuhyar.

    BACA JUGA
    Presiden Sukarno Suka Lukisan Affandi, Beli dengan Nyicil

    Syuting di Jepang, Haruka JKT48 Malah Dikira Orang Indonesia

    Panitia mewajibkan peserta memakai atribut pejuang, baik pakaian maupun tandu. Para peserta umumnya berasal dari kalangan pelajar, pekerja, pegawai negeri, dan TNI/Polri. Nurmuhyar juga memastikan semua peserta akan mendapat perlindungan asuransi selama mengikuti kegiatan itu.

    Pemerintah tak ingin kecolongan lagi dengan insiden kecelakaan yang melibatkan rombongan peserta beberapa tahun lalu yang menewaskan satu orang. Tetap digelarnya kegiatan ini mendapat apresiasi masyarakat yang tiap tahun menjadi peserta. Mereka sempat kecewa lantaran pemerintah daerah mengevaluasi kegiatan ini karena kebakaran yang melanda lereng Gunung Wilis.

    "Semoga benar dilaksanakan awal bulan depan," ucap Waras, anggota Karang Taruna Kelurahan Sukorame, Kecamatan Mojoroto, yang rutin mengikuti kegiatan tersebut secara beregu.

    HARI TRI WASONO


    BERITA MENARIK
    Akun Facebook Diblokir, Benarkah Wanita Ini ISIS?

    Haru, Cowok Ini Nikahi Abu Kekasih, Mungkinkah Cinta Sejati?


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Proyek Infrastruktur, 17 Kepala Daerah Ditangkap dalam 2 Tahun

    Sejak berdiri pada 2002 hingga sekarang, Komisi Pemberantasan Korupsi telah menangkap 121 kepala daerah terkait kasus proyek infrastruktur.