Cerita Orlando, Pemanjat Kelapa yang Diusir dari Indonesia

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi Kelapa. r7000.com

    Ilustrasi Kelapa. r7000.com

    TEMPO.CO, Blitar - Kantor Imigrasi Kelas II Blitar, Jawa Timur, terus memburu warga asing yang melanggar izin tinggal. Kasus terakhir, petugas menangkap warga negara Filipina yang bekerja sebagai pemetik kelapa di Kabupaten Tulungagung. Kepala Kantor Imigrasi Kelas II Blitar Tato Juliadin Hidayawan menerangkan penangkapan warga Filipina bernama Orlando Gabato ini dilakukan, Jumat, 20 November 2015.

    Keberadaan Orlando terendus petugas Imigrasi setelah dia menetap di Tulungagung sejak Desember 2013. “Dia datang ke Indonesia dengan visa kunjungan untuk menjenguk anak dan istrinya yang tinggal di Tulungagung," kata Tato kepada Tempo, Sabtu, 21 November 2015.
    Kepada petugas yang memeriksanya, Orlando yang belum fasih berbicara bahasa Indonesia mengaku nekat menyelinap ke Indonesia karena ingin tinggal bersama anak dan istrinya.

    MANUVER SETYA NOVANTO
    Catut Nama Jokowi, Setya Novanto Mundur dari DPR, Rupanya...
    Catut Nama Presiden, Inilah Pengusaha Teman Setya Novanto

    Dari perkawinannya dengan perempuan berkewarganegaraan Indonesia ini, Orlando memiliki dua orang anak. Berbekal visa kunjungan yang dia kantongi pada 26 Desember 2013, Orlando bertandang ke rumah istrinya. Namun hingga masa berlaku visa selama 30 hari habis, Orlando tak kunjung angkat kaki. Dia justru tinggal secara diam-diam di rumah istrinya selama hampir dua tahun.

    Selama tinggal di desa, Orlando bekerja layaknya pemuda kampung biasa. Selain merawat ternak, Orlando juga piawai memanjat pohon kelapa untuk membantu istrinya memasak. Postur fisiknya yang menyerupai warga setempat mampu mengelabui petugas Imigrasi sebelum akhirnya tertangkap kemarin. "Kami sedang mengurus kelengkapan administrasi untuk mendeportasinya," ucap Tato.

    Selain Orlando, Kantor Imigrasi Blitar juga telah mendeportasi sepuluh warga negara asing selama November ini. Kawasan Blitar hingga Tulungagung memang cukup rawan menjadi tempat masuknya warga negara asing karena banyaknya warga setempat yang menjadi tenaga kerja wanita di luar negeri. Sebagian dari mereka bahkan menikah dengan warga asing hingga memiliki keturunan.

    HARI TRI WASONO

    BERITA MENARIK
    Akun Facebook Diblokir, Benarkah Wanita Ini ISIS?
    Haru, Cowok Ini Nikahi Abu Kekasih, Mungkinkah Cinta Sejati?


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Palapa Ring Akan Rampung Setelah 14 Tahun

    Dicetuskan pada 2005, pembangunan serat optik Palapa Ring baru dimulai pada 2016.