KTT ASEAN, Jokowi Akan Bahas Kemanan Dunia Pasca Teror Paris

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Presiden Joko Widodo (Jokowi) bersama Ibu Negara Iriana Widodo menaiki pesawat Kepresidenan saat hendak bertolak ke Kuala Lumpur, Malaysia di bandara Halim Perdanakusuma, Jakarta, 20 November 2015. Kunjungan Jokowi ke Malaysia guna menghadiri Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) ASEAN 21-22 November 2015. TEMPO/Subekti

    Presiden Joko Widodo (Jokowi) bersama Ibu Negara Iriana Widodo menaiki pesawat Kepresidenan saat hendak bertolak ke Kuala Lumpur, Malaysia di bandara Halim Perdanakusuma, Jakarta, 20 November 2015. Kunjungan Jokowi ke Malaysia guna menghadiri Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) ASEAN 21-22 November 2015. TEMPO/Subekti

    TEMPO.CO, Jakarta - Presiden Joko Widodo akan menghadiri Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) ke-27 Perhimpunan Negara-negara Asia Tenggara (ASEAN) di Kuala Lumpur, Malaysia. Kepala Staf Kepresidenan, Teten Masduki, mengatakan ada beberapa agenda yang akan dibahas Jokowi dalam forum itu, termasuk masalah keamanan dunia pasca tragedi teror di Paris, Prancis.

    "Indonesia kan merupakan negara dengan umat muslim terbanyak, dan menjadi contoh negara dengan penerapan demokrasi terbaik," kata Teten di Istana Negara, Jumat, 20 November 2015.

    Tetan mengatakan, Jokowi akan berfokus pada pembahasan pemberantasan terorisme di negara kawasan. "Diharapkan Indonesia bisa membagi pengalaman dengan negara-negara di kawasan bagaimana cara menjaga perdamaian dan demokrasi yang bagus," katanya.

    Wakil Menteri Luar Negeri Abdurrahman Mohammad Fachir mengatakan, dalam forum itu Jokowi juga akan membicarakan beberapa agenda penting lainnya, seperti persiapan menjelang Masyarakat Ekonomi ASEAN dan meningkatkan kerjasama di bidang Maritim.

    “Yang jelas Presiden memberikan arahan supaya kita harus jaga sentralitas ASEAN dalam mengelola kawasan," Wakil Menteri Luar Negeri, di Istana Negara, Jumat, 20 November 2015.

    REZA ADITYA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Mengering di Sana-sini

    Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika mengeluarkan peringatan dini bahaya kekeringan untuk wilayah Provinsi Banten dan Provinsi DKI Jakarta.