Jokowi Dijadwalkan Hadiri Puncak Hari Guru Nasional

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Guru di Purbalingga Tolak Sekolah Lima Hari.foto ilustrasi:Sejumlah guru melakukan aksi teatrikal bertema "Sang Pembebas" dalam rangka memperingati Hari Guru Nasional di Sekolah Menengah Kejuruan Negeri (SMKN) 1 Sayung, Kabupaten Demak, Jawa Tengah, Selasa, 25 November 2014. Aksi tersebut menggambarkan perjuangan guru dalam mendidik siswanya. [TEMPO/STR/Budi Purwanto; BPW2014112502](Komunika Online)

    Guru di Purbalingga Tolak Sekolah Lima Hari.foto ilustrasi:Sejumlah guru melakukan aksi teatrikal bertema "Sang Pembebas" dalam rangka memperingati Hari Guru Nasional di Sekolah Menengah Kejuruan Negeri (SMKN) 1 Sayung, Kabupaten Demak, Jawa Tengah, Selasa, 25 November 2014. Aksi tersebut menggambarkan perjuangan guru dalam mendidik siswanya. [TEMPO/STR/Budi Purwanto; BPW2014112502](Komunika Online)

    TEMPO.CO, Jakarta - Presiden Joko Widodo dijadwalkan akan menghadiri peringatan Hari Guru Nasional 2015. “Sudah confirm, RI 1 akan hadir dalam  perayaan puncak Hari Guru Nasional 2015,” kata Direktur Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, Sumarna Surapranata pada konferensi pers di kantornya Jumat 20 November 2015.

    Perayaan Hari Guru Nasional sebenarnya jatuh pada 25 November. Sayangnya, tanggal itu tidak cocok dengan jadwal Jokowi. Alhasil perayaan puncak Hari Guru Nasional akan dirayakan lebih awal, yaitu 24 November di Istora Gelora Bung Karno Senayan Jakarta.

    Peringatan bertema ‘Guru Mulia Karena Karya’ itu rencananya akan dihadiri sekitar 10.900 guru dari daerah Jakarta dan sekitarnya. Pada rangkaian acara itu, ada pula Simposium Guru. “Pada Simposium Guru, para pendidik ini akan memaparkan karya mereka berupa metode pembelajaran atau penemuan mereka,” kata Pranata, sapaan Sumarna.

    Menurut Pranata, karya terbaik para guru pada simposium itu nantinya akan mendapatkan hadiah dan hasilnya dijadikan sumber terbuka yang bisa diakses umum. “Harapannya penemuan dan karya itu bisa menjadi pembelajaran bagi guru lainnya.”

    Ia ingin guru Indonesia berjaya seperti pada masa 1970an. Saat itu guru Indonesia mengajar tidak hanya di dalam negeri saja, tapi juga mendidik murid-murid di negara-negara tetangga. “Apalagi menjelang Masyarakat Ekonomi ASEAN. Guru Indonesia harus punya bargaining power tinggi di mata dunia,” katanya.

    MITRA TARIGAN


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Kontroversi Nike ZoomX Vaporfly yang Membantu Memecahkan Rekor

    Sejumlah atlet mengadukan Nike ZoomX Vaporfly kepada IAAF karena dianggap memberikan bantuan tak wajar kepada atlet marathon.