Tak Ada Sandera WNI di Hotel Radisson Mali  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Seorang sandera dikawal keluar dari lokasi penyanderaan di Hotel Radisson Blu di Bamako, Mali, 20 November 2015. Hingga saat ini 80 orang berhasil dibebaskan, dan tiga orang dikabarkan tewas saat militan memasuki hotel itu. REUTERS/REUTERS TV

    Seorang sandera dikawal keluar dari lokasi penyanderaan di Hotel Radisson Blu di Bamako, Mali, 20 November 2015. Hingga saat ini 80 orang berhasil dibebaskan, dan tiga orang dikabarkan tewas saat militan memasuki hotel itu. REUTERS/REUTERS TV

    TEMPO.CO, Jakarta - Direktur Perlindungan Warga Negara Indonesia Lalu Muhammad Iqbal mengatakan seluruh WNI yang berada di Mali dalam keadaan selamat. Tak satu pun di antara mereka berada di Hotel Radisson Blu saat dilanda aksi teror. “Seluruh WNI selamat,” ujarnya, Jumat, 20 November 2015.

    Baca: Teroris Serbu Hotel Radisson, 170 Pengunjung Disandera

    Berdasarkan data yang dihimpun Kedutaan Besar RI di Dakkar, kata Lalu, total WNI yang berada di Mali hanya 117 orang. Dua orang di antara mereka adalah staf kantor perwakilan Perserikatan Bangsa-Bangsa dan sisanya merupakan pasukan penjaga perdamaian yang tergabung dalam Kontingen Garuda XXXVIII-A Minusma.

    Aksi teror melanda Hotel Radisson Blue, Mali, sejak Jumat pagi. Sekitar sepuluh orang pria bersenjata api menyandera 170 pengunjung hotel. Saksi mata menyebut para teroris sempat mengumandangkan takbir dan membantai sebagian sandera yang berasal dari Prancis dan Amerika Serikat.

    Menurut Lalu, hotel itu kerap digunakan sebagai tempat transit bagi pasukan kontingen garuda maupun WNI yang berada di Mali. Beruntung, saat kelompok teroris menyerang, tak satu pun di antara mereka berada dalam hotel tersebut. “Mereka berada di wilayah yang cukup jauh,” kata dia.

    Lalu mengaku belum bisa memastikan kelompok yang bertanggung jawab di balik serangan tersebut. Hingga berita ini diturunkan, petugas kepolisian masih berupaya melumpuhkan aksi teror tersebut. Data terakhir yang disebar otoritas setempat, aksi itu sedikitnya menelan lima korban jiwa.

    RIKY FERDIANTO


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Hal Penting di Rengasdengklok Sebelum Proklamasi 17 Agustus 1945

    Satu hari sebelum teks Proklamasi dibacakan, ada peristiwa penting dalam sejarah Indonesia. Kejadian itu dikenal sebagai Peristiwa Rengasdengklok.