Setya Novanto Mundur? Fahmi Idris: Reuters Salah Kutip  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ketua Dewan Perwakilan Rakyat, Setya Novanto meninggalkan Gedung Nusantara III, Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, 17 November 2015. TEMPO/Dhemas Reviyanto

    Ketua Dewan Perwakilan Rakyat, Setya Novanto meninggalkan Gedung Nusantara III, Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, 17 November 2015. TEMPO/Dhemas Reviyanto

    TEMPO.CO, Jakarta - Politikus senior Partai Golkar, Fahmi Idris, membantah telah memberikan pernyataan kepada media Reuters bahwa Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Setya Novanto memutuskan mundur dari jabatannya.

    "Berita itu tidak betul, salah kutip," kata Fahmi ketika dihubungi, Jumat, 20 November 2015.

    Sebelumnya, situs berita Reuters memberitakan bahwa Setya Novanto mundur sebagai Ketua DPR. Dalam berita tersebut, Reuters mengutip pernyataan Fahmi Idris. Namun Menteri Perindustrian tahun 2004-2009 itu membantah memberikan pernyataan itu.

    Fahmi mengatakan Partai Golkar tak pernah menyarankan Setya Novanto mundur. Menurut dia, Setya telah menyampaikan bantahan kepada petinggi Golkar beberapa hari lalu. "Kami akan mengikuti proses di MKD," kata Fahmi.

    Setya Novanto dilaporkan ke Mahkamah Kehormatan DPR oleh Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Sudirman Said. Dia dituding mencatut nama Presiden Joko Widodo dan Wakil Presiden Jusuf Kalla untuk meminta jatah saham kepada PT Freeport Indonesia.

    INDRA WIJAYA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Hal Penting di Rengasdengklok Sebelum Proklamasi 17 Agustus 1945

    Satu hari sebelum teks Proklamasi dibacakan, ada peristiwa penting dalam sejarah Indonesia. Kejadian itu dikenal sebagai Peristiwa Rengasdengklok.