Bupati Purwakarta Akan Pamer Ini di Forum ASEAN  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Dedi Mulyadi, Bupati Purwakarta. TEMPO/M. Iqbal Ichsan

    Dedi Mulyadi, Bupati Purwakarta. TEMPO/M. Iqbal Ichsan

    TEMPO.CO, Purwakarta - Bupati Purwakarta, Jawa Barat, Dedi Mulyadi, akan menjadi salah satu pembicara di forum ASEAN Entrepreneurship Summit 2015 yang akan berlangsung di Kuala Lumpur, Malaysia, Sabtu, 21 Nopember 2015.

    "Panitia sudah memastikannya," kata Dedi kepada Tempo, Jumat, 20 November 2015. Dedi yang bertolak ke Kuala Lumpur selepas salat Jumat, akan membahas persoalan Industri Berbasis Budaya Desa.

    "Isinya akan membahas tentang ketahanan ekonomi keluarga dalam upaya meringankan tekanan hidup akibat penghasilan yang serba minim," kata Dedi menjelaskan.

    Dedi memilih tema pidatonya seperti itu karena jurus tersebut sudah diterapkannya di Purwakarta. Menurut dia, ketika sebuah keluarga buruh pabrik terkena tekanan ekonomi, maka keluarganya, bergotong-royong mencari solusinya.

    Dedi menjelaskan, jika suami bekerja, maka istri dan anak-anaknya bekerja sama bercocok tanam serta memelihara ternak buat menutup kekurangan biaya hidupnya tersebut. "Dan berhasil," kata Dedi menjelaskan.

    Ia berharap apa yang menjadi buah pikirannya yang sudah teraplikasikan di sebagian kaum buruh di Purwakarta, bisa menginspirasi sesama buruh di negara ASEAN, tentu dengan pilihan usaha dan konsep yang berbeda. Sebab, kondisi geografis dan budaya setiap negara ASEAN tidak semuanya sama.

    Dalam even yang akan dihadiri para delegasi dari seluruh negara anggota ASEAN tersebut, seperti biasa, Dedi akan tetap mengenakan pakaian pangsi putih khas Sunda lengkap dengan ikat kepalanya yang sehari-hari dipakainya.

    "Tak lupa saya juga akan menyampaikan salam khas Sunda, sampurasun, seperti yang saya ucapkan di markas PBB beberapa bulan lalu," katanya.

    NANANG SUTISNA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Lika-Liku Calon Wakil Gubernur DKI Jakarta Pengganti Sandiaga Uno

    Kursi Wakil Gubernur DKI Jakarta kosong sejak Agustus 2018. Pada Januari 2020, Partai Keadilan Sejahtera dan Partai Gerindra mengajukan dua nama.