3 Wali Kota Terima Anugerah Kebudayaan, Apa Prestasinya?

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Walikota Bandung, Ridwan Kamil. ANTARA/aacc2015/Widodo S. Jusuf

    Walikota Bandung, Ridwan Kamil. ANTARA/aacc2015/Widodo S. Jusuf

    TEMPO.CO, Jakarta - Persatuan Wartawan Indonesia mengumumkan delapan kepala daerah penerima Anugerah Kebudayaan PWI Pusat. Ketua Pelaksana Anugerah Kebudayaan Yusuf Susilo Hartono mengatakan aspek penilaian pemilihan kepala daerah ini mencakup konsep kebudayaan dan pembangunan daerah, pencapaian kinerja berbasis kreativitas, dan kebudayaan lokal.

    "Tim bekerja sejak Juni lalu, melakukan seleksi dan mengundang mereka untuk wawancara secara langsung," kata Yusuf di Kantor PWI Pusat, Jumat, 20 November 2015. Dari delapan penerima anugerah kebudayaan, terdapat tiga wali kota yang menerimanya.

    Pertama, Wali Kota Bandung Ridwan Kamil dianggap berhasil membangun kota metropolitan berkelas internasional berbasis kebudayaan. Menurut Yusuf, ini diperkuat dengan terbitnya Peraturan Daerah Nomor  9 Tahun 2012 untuk mengangkat kembali budaya Sunda. "Ini dilihat seperti adanya program Rabu Nyunda, Sabtu Cinta Produk Lokal, dan Kamis Inggris," kata Yusuf.

    Lebih lanjut, Wali Kota Sawahlunto Ali Yusuf, kata Yusuf, dianggap sukses merevitalisasi bangunan cagar budaya sebagai obyek wisata berbasis kearifan lokal. "Sawahlunto juga pernah memecahkan rekor Muri dengan 1.300 orang pemakai songket," katanya.

    Lain halnya dengan Wali Kota Tomohon Jimmy F. Eman yang dianggap sukses mengaktualisasikan kembali falsafah Minahasa 'Si Tou Timou Tumou Tou' atau 'Manusia Hidup Menghidupkan Manusia Lainnya'. "Semboyan Sam Ratulangi itu dihidupkan kembali," kata dia.

    Jimmy juga dianggap berhasil dalam pelestarian dan warisan kearifan lokal melalui pendidikan, seperti musik kolintang, musik bambu klarinet, dan tari Maengket, Kebasaran, serta dansa Katrili.

    ARKHELAUS W


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Arab Saudi Buka Bioskop dan Perempuan Boleh Pergi Tanpa Mahram

    Berbagai perubahan besar yang terjadi di Arab Saudi mulai dari dibukanya bioskop hingga perempuan dapat bepergian ke luar kerajaan tanpa mahramnya.