Dituding Hina Gus Dur, Situs VOA Islam Dilaporkan ke Polisi

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Abdurrahman Wahid. TEMPO/ Zulkarnain

    Abdurrahman Wahid. TEMPO/ Zulkarnain

    TEMPO.CO, Jakarta - Salah satu anggota Pagar Nusa Bandung, Asep Hadian, melaporkan situs VOA Islam ke Badan Reserse Kriminal Kepolisian RI. Pasalnya, melalui pemberitaan yang diunggah beberapa minggu lalu, situs online tersebut telah mencemarkan nama baik mantan presiden Abdurrahman Wahid alias Gus Dur. "Dalam pemberitaannya, terdapat banyak muatan-muatan yang melenceng dari kode etik pers dan perundang-undangan," kata Asep dalam keterangan tertulisnya, Jumat, 19 November 2015.

    Laporan tersebut dilayangkan ke Bareskrim lantaran situs online itu secara terang-terangan menghina Gus Dur. Ia berujar, tulisan yang dilaporkan berjudul "Rizal Ramli: Gus Dur Itu Wali yang Kesepuluh?" yang diunggah pada 6 November 2015. Dalam tulisan itu, menurut dia, banyak penggalan kalimat yang merendahkan martabat Gus Dur. Adapun laman VOA Islam pada pagi ini tak bisa dibuka.

    Ia menuturkan pemberitaan tersebut secara terbuka sengaja memancing kekeruhan antarumat dan golongan, terutama massa Nahdlatul Ulama. Berita itu, ucap dia, ditulis bukan hanya untuk menyerang pribadi Gus Dur, tapi juga ada tujuan lain di baliknya. "Gus Dur kan sudah wafat, jadi kami melihat ada tujuan lain," katanya.

    Ia meminta kepolisian menindaklanjuti secara cepat, tepat, dan sesuai dengan undang-undang serta peraturan hukum yang berlaku. "Kami harap ada tindakan dari kepolisian dalam waktu maksimal tiga hari setelah laporan ini disampaikan," ujarnya.

    Lebih jauh, ia menuturkan, dengan atau tanpa surat edaran Kepala Kepolisian RI soal penanganan ujaran kebencian atau hate speech sekalipun, pengaduan ini sangat penting untuk ditindak. "Kami hanya tidak ingin apa yang dilakukan situs tersebut memperkeruh keadaan antarras, agama, dan golongan," ucapnya.

    ABDUL AZIS

    Baca juga:
    Ely Sugigi dan Artis Cari Sensasi: Perilaku Menyimpangkah?
    Luhut Terseret Calo Freeport



     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Lika-Liku Calon Wakil Gubernur DKI Jakarta Pengganti Sandiaga Uno

    Kursi Wakil Gubernur DKI Jakarta kosong sejak Agustus 2018. Pada Januari 2020, Partai Keadilan Sejahtera dan Partai Gerindra mengajukan dua nama.