Kebakaran Hutan Picu Bencana Banjir dan Tanah Longsor  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi upaya pemadaman kebakaran hutan. ANTARA/Nova Wahyudi

    Ilustrasi upaya pemadaman kebakaran hutan. ANTARA/Nova Wahyudi

    TEMPO.CO, Jakarta - Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menilai, kebakaran hutan yang terjadi di sejumlah wilayah di Indonesia dapat memicu bencana-bencana lainnya, seperti banjir dan tanah longsor.

    "Terbakarnya hutan tentu akan membuat kerusakan di daerah sekitarnya, termasuk sungai," ujar Sutopo Purwo Nugroho, Kepala Data, Informasi, dan Humas BNPB, saat dihubungi pada Kamis, 19 November 2015.

    Sutopo menjelaskan, kebakaran hutan dan lahan seluas dua juta hektare tentu akan meningkatkan kerusakan daerah aliran sungai. Rusaknya daerah aliran sungai menyebabkan aliran permukaan meningkat. "Inilah yang bisa mengakibatkan banjir."

    Sutopo berujar, lahan gambut yang terbakar otomatis akan menyebabkan volume gambut berkurang. Kondisi seperti ini akan membuat permukaan tanah turun. "Hal tersebut dapat memicu land subsidence yang pada akhirnya menjadi daerah-daerah rawan banjir baru," katanya.

    Dia mengatakan, berdasarkan temuan di lapangan, kawasan hutan di Indonesia, seperti Sumatera dan Kalimantan, memiliki konversi rawa gambut. Dengan adanya konversi rawa gambut tersebut, rawa menjadi kering karena akan dijadikan kawasan budi daya. "Hal itulah yang membuat daerah tersebut ambles dan akhirnya menjadi daerah rawan banjir."

    BAGUS PRASETIYO
     


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Hal Penting di Rengasdengklok Sebelum Proklamasi 17 Agustus 1945

    Satu hari sebelum teks Proklamasi dibacakan, ada peristiwa penting dalam sejarah Indonesia. Kejadian itu dikenal sebagai Peristiwa Rengasdengklok.